It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!
Copyright 2021 Queer Indonesia Archive. See our Privacy Policy. Contact us at [email protected]
Dengan menggunakan situs ini berarti Anda setuju dengan Aturan Pakai.
BoyzForum.com adalah situs anti pedofilia!
Comments
Kemudian aku mencium pipinya.
Dan baru aku sadar pipinya basah.
Air mata.
Hatiku tiba-tiba seperti disayat-sayat.
Ngilu di ulu hatiku.
Aku membaliknya dan memeluk wajahnya di dadaku.
”Please jangan sedih. Aku memang salah. Maafin aku, Ri.” Kataku bertubi-tubi.
Suaraku bergetar.
Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya yang di pangkuan tanganku. Aku mengecup matanya yang terpejam. Mencoba menghapus air matanya dengan bibirku.
”Aku sayang kamu, Ri... .” Bisikku.
Perlahan dia bangkit duduk dan bersandar pada headboard ranjang. Aku mengusap sisa-sisa air matanya dengan tanganku. Ia membiarkanku melakukannya. Dan aku melakukannya dengan segenap perasaan cintaku.
”Ada yang harus aku ceritakan ke kamu tentang Om Willy.” Katanya perlahan dan menatapku dengan tatapan yang aneh. Aku mencari perasaannya di sana, tetapi tidak menemukannya. Aku tidak dapat mengartikan tatapannya..
>o<
Riduan berumur 8 tahun ketika pak Willy mulai tinggal di rumah orang tua Riduan. Ibu Riduan adalah kakak pak Willy. Waktu itu pak Willy masih terseok-seok membangun karir dan pekerjaannya. Ia harus tinggal di rumah kakaknya itu untuk ikut menumpang hidup di sana. Orang tua Riduan bukanlah orang yang kaya. Rumahnya tidak besar dan pak Willy tidur di kamar Riduan selama kurang lebih 2 tahun ia tinggal di sana.
”Entah bagaimana mulanya...” kata Riduan saat mulai menceritakan pelecehan seksual itu. Pelecehan seksual seorang paman kepada keponakannya yang masih berusia 10 tahun.
Aku menggigil.
Riduan terus bercerita.
Datar hampir tanpa emosi.
Aku mencengkeram tangannya dengan lebih keras.
Tidak berani sedikitpun membuka mulutku untuk bersuara.
Aku lebih mendekatkan diri seolah masih ingin melindunginya dari predator itu.
Sampai akhirnya ia menutup ceritanya.
”Om Willy pergi meninggalkan rumah kami setelah beberapa kali kejadian itu. Dia tidak pernah bermaksud menyakiti aku, Jun.” Ia menatap mataku seolah sedang membela pamannya. Ia menyebut itu sebagai kejadian. Aku ingin mengoreksinya bahwa kata yang seharusnya dipergunakannya adalah pelecehan. Tetapi aku tetap diam tak bersuara.
Tentu saja kamu menyayanginya. Kamu masih seorang bocah yang tidak tahu apa-apa. Di kepalaku terngiang ucapanku kemarin malam Pak... you know I love you. I always will.
Aku bergidik ngeri.
”Sampai sekarang aku masih suka bertanya-tanya apakah aku akan menjadi seperti ini kalau tidak ada kejadian itu.” Ia kembali menatapku seolah mengharapkan aku punya jawabannya.
Tentu saja aku tidak punya jawabannya.
Aku bahkan tidak tahu harus berkata apa.
Aku masuk ke dalam duvet dan menariknya tidur dalam pelukanku. Aku memeluknya erat-erat tanpa kata-kata. Ia membaringkan kepalanya di dadaku. Aku ingin mendekap dan melindunginya terus seperti ini, sampai maut datang menjemputku. Tidak akan ada yang boleh menyakitinya tanpa berhadapan denganku. Tidak juga pamannya.
”Please jangan bicara apa-apa sama Om Willy tentang ini.”
Aku diam.
Aku sedang membayangkan makian apa yang akan aku lontarkan kepada pedophil itu.
Ia mengangkat kepalanya menatapku. Wajahnya sekarang di atas wajahku.
”Itu cuma masa laluku. I need to forget it.”
Aku membalas menatap matanya,
Semakin mencintainya.
Semakin dekat dengannya.
”Ok. I promise.” Kataku setengah berbisik.
”Thank you.” Ia mengecup bibirku. Aku memagut bibirnya, menciumnya.
”I love you.” Kataku perlahan setelah melepas ciumanku.
”I love you too.” Katanya dengan tatapan penuh arti. Kepedihan yang tadi begitu membayang dimatanya telah sedikit berganti dengan sinar mata penuh kasih.
Ia kembali membaringkan kepalanya di atas dadaku.
Aku mendekapnya dengan sepenuh ragaku.
Sepenuh jiwaku.
***
Gile, jitu tebakannya...
salam buat mas aric ya
wahahahaha....dah lama banget gak ketemu sama dia.... terakhir thn 2003 kalo ndak salah....
malam
hv a nice dream
makin keren tuh ceritanya.. jangan lama2 ya lanjutannya..
nangis baca cerita ini...
sedih banget n romantis...
gwa ga tahan....
Wow...wow...
Gile nih story bwt gw bgidik bacanya coz sgt bagus.....
Makin lama makin oke bro, lanjutin yang byk donk....!
Thanks.....
Ngga berakhir sampai disini kan? :x
Kalo gw sih emang udah gay dr kecii, malah rasanya gw pingin 'dilecehkan' sama paman gw, hehe..