BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di situs Boyzforum yang diarsipkan oleh Queer Indonesia Archive. Forum untuk komunitas gay Indonesia yang populer ini didirikan pada tahun 2003, dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Forum ini diabadikan untuk kepentingan sejarah. Tidak akan ada konten baru di forum ini. Silakan menikmati forum ini sebagai potongan dari sejarah queer Indonesia.

Menghapus Jejak mu

edited July 2012 in BoyzStories
Cerita ini hanya khayalan penulis saja, jangan di masukin hati ya, kalau ada nama yang sama mohon di maafkan :)

«13456714

Comments

  • ini mau buat cerita lg, jgn lupa d'selesain..... tar di demo lg loh sama pembacanya, di bilang "PENULIS GA BERTANGGUNG JAWAB!!!"
  • Jam sudah menunjukan pukul 09.45 saat Panji menghabiskan sarapan nya, dengan menu semangkuk mie istan, kemudian di letakan mangkuk kosong bekas mie tadi di atas karpet dekat ia duduk

    Tangan kanan nya mengambil segelas air putih dan segera menghabiskan isi nya, lalu di letakan kembali gelas kosong itu di tempat semula

    Pandangan Panji tertuju pada layar televisi, tapi hati dan pikiran nya melayang layang entah kemana, sejuta permasalahan hidup membuat ia gundah, menguras energi dan pikiran berapa hari ini
  • Sudah satu minggu ini Panji merasa kesepian semenjak Dimas, sahabat terbaik yang ia miliki semenjak SMP pergi meninggalkan nya sebatang kara di kota metropolitan itu

    Antara senang dan sedih saat Panji tau ia akan di tinggalkan sahabat nya itu, tapi apa boleh buat, itu semua demi masa depan yang lebih baik

    Saat perpisahan datang mereka berdua berpelukan erat di bandara, tanpa peduli pada tatapan orang di sekitar mereka

    Mata Panji sampai bengkak, karena air mata nya terkuras, bahkan sampai ia lemas
  • Mmmmhhhhhh....... Mana kelanjutannya nih???
    Mojok terus nih penulisnya..... Ckckckck :-?
  • up...up...\m/
  • "tuing tuing tuing" Ponsel Panji berdering, di ambil nya benda tersebut dari atas meja kecil di sebelah nya, sebuah sms masuk

    (tumben ada yang sms) kata Panji dalam hati, segera di klik tombol berwarna hijau, dan segera muncul di layar, sebuah texs pesan pendek

    "met pagi, kalau boleh tau berapa tarif lo sekali kencan"
    0878xxxxxx

    baru saja panji selesai membaca sms itu, jantung nya langsung berdebar kencang, ini sudah sms ke sekian yang menanyakan hal hal mesum, barapa besar, minta foto, berapa harga nya
  • gila, kata nya dalam hati, semenjak seminggu yang lalu ia iseng iseng menulis komentar di sebuah forum khusus gay, sudah lusinan telpon dan sms dari nomor yang tidak di kenal nya membanjiri ponsel nya, kemarin sempat di matikan ponsel nya itu sehari semalan, sedikit tenang..

    Sebenar nya ia tidak berani buat menulis komentar itu, yang isi nya seperti ini "lagi BU cepat, 22/175/72" cuma itu doang

    Kalau di bilang iseng iseng, tapi kenyataan nya Panji memang sedang butuh uang, sangat sangat butuh
  • Sebenar nya iya bisa saja minta di kirim uang saku dari ibu dan bapak nya dari kampung, tapi ia takut dengan ancaman ke dua orang tua nya itu

    Mereka sudah berpesan, kalau 6 bulan belum dapat kerja Panji harus segera pulang kampung untuk segera di kawin kan dengan anak gadis juragan toko sembako yang ada di dekat rumah nya, yang terkenal kaya raya, memiliki sawah yang luas juga pabrik oncom dan tahu

    Membayangkan harus menikah dengan perempuan, membuat Panji mules, keringat dingin membasahi kening nya

  • Tak lama setelah ia meletakan ponsel nya itu, kembali ia berdering, kali ini sebuah panggilan masuk

    Di ambil nya kembali ponsel tersebut, ups masih dari nomor telepon yang tadi, dengan berat hati di jawab panggilan masuk tersebut

    "pagi, ma..af a.da y.ang bisa saya bantu" dengan sedikit tergagap Panji memulai percakapan

    "Hai kok gugup begitu, masih tidur ya" terdengar suara si penelpon

    "Enga, ada apa ya ?" tanya Panji

    "Boleh kenal nga" terdengar suara pria itu ramah

    "Bo..leh" Panji semakin gugup

  • "Duh kok gugup begitu, saya kan nga makan orang, udah jinak kok" kata pria di seberang sana, tau deh seberang mana, suara nya terdengar sangat dewasa, Panji menerka nerka, mungkin sekitar tiga puluh lima ke atas

    "Maaf saya jarang berbicara dengan orang yang belum saya kenal, jadi nya sedikit grogi" Jawab Panji, entah dari mana tiba tiba keberanian nya muncul

    "Oh, masa sih, bukan nya kamu sering ketemu orang ya ? orang itu seperti nya sambil tertawa kecil

    "Kok anda bisa menilai seperti itu" jawab Panji

  • "Habis kamu kan yang suka nulis komentar di forum, yang lagi butuh uang, udah dapat berapa pelanggan ? tanya pria itu terkekeh

    Wajah panji bersemu merah, ia merasa harga diri nya di injak injak, tapi ia merasa semua itu salah nya sendiri

    "Belum, belum satu pun" kata Panji sedikit ketus

    "Masa sie ?" entah benar benar bertanya atau sekedar melecehkan, membuat darah Panji mendidih

    "TUJUAN ANDA MENELPON APA SIH, KALAU CUMA MAU MELEDEK, MENDING NGA USAH DEH..."

    "Hai, jangan marah dong" kata pria itu

  • memotong kalimat Panji "Maaf kalau kamu tersinggung"

    Panji hanya diam, emosi nya masih berada di titik yang tertinggi

    "Hallo" kata pria di ujung sana "Kok diem"

    "Udah deh langsung ke tujuan anda sebenar nya, mau apa sih? sebuah kalimat meluncur keluar dari mulut Panji, lagi lagi dengan sangat ketus nya

    "Oh santai dong, saya cuma mau kenalan aja, itu juga kalau kamu mau"

    "Iya saya panji, anda siapa?"

    "Saya Rama" kata nya dengan lembut, seperti nya ini orang sangat bermental baja, dari tadi diketusin
  • "Panji tinggal di mana ?" tanya Rama

    "Di Rempoa" jawab Panji singkat

    "Oh, deket dong" kata Rama, dari nada suara nya ia terdengar gembira

    "Nanti soreh ada acara nga ?" tanya Rama

    "Nga ada, emang kenapa ?"

    "Kalau nga ada acara, saya mau ngajak kamu jalan jalan, mungkin nonton, kebetulan hari ini saya ada waktu luang"

    "Kemana ? tanya Panji "Tapi saya lagi males" panji buru buru meralat pertanyaan nya

    "Ke mana aja boleh, terserah kamu mau kemana" kata Rama pelan

    "Gimana ya.." kata Panji bingung

  • "Kenapa.. ?" tanya Rama

    "Saya nga biasa ketemuan sama orang yang belum saya kenal"

    "Ya nanti kan bisa kenalan"

    "Tapi saya nga tau jalan, biasa nya saya di anter sama teman saya"

    "Oh gitu, ya sudah nanti saya jemput, kamu sms aja tempat nya"

    "iya, nanti saya sms"

    "Saya tunggu ya sms nya"

    "Tapi, tapi saya malu" kata Panji terbata bata

    "Kenapa?"

    "Saya nga cakep" kata Panji pelan, nyaris tak terdengar

    "Kenapa?" tanya Rama sekali lagi

    "Saya nga cakep" kata Panji, kali ini jelas

    "Oh, nga apa apa"
  • kata Rama "Saya juga nga cakep kok, kalau bisa sms nya jangan lewat dari jam dua ya"

    "Iya"

    "Sampai nanti Panji" kata Rama, sebelum ia memutuskan hubungan telepon

    Panji masih belum percaya dengan yang baru terjadi, sambil senyam senyum mirip orang baru gila, ia meletakan ponsel nya, kemudian ia tertawa sendiri

    Lalu mengambil mangkok bekas mie dan gelas kosong, ia kemudian berdiri melangkah menuju ruang belakang kontrakan nya, sampai di sana ia letakan barang barang kotor di tempat cuci piring
Sign In or Register to comment.