BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di situs Boyzforum yang diarsipkan oleh Queer Indonesia Archive. Forum untuk komunitas gay Indonesia yang populer ini didirikan pada tahun 2003, dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Forum ini diabadikan untuk kepentingan sejarah. Tidak akan ada konten baru di forum ini. Silakan menikmati forum ini sebagai potongan dari sejarah queer Indonesia.

Permainan Terlarang (THE END)

2456779

Comments

  • Gyahahaha..abang adek punya hobby sama..akur ϑαћ..sesuatu *ala syahrini* XDD
    lanjuutt, a... :)
  • Kyaknya ni crta seru yah,
    Mana nih yg punya lapak....
    Lanjut a'
  • OH TIDAAAKK!!!

    Dengan sengaja gue lamain waktu makan dan mandi gue berharap siapa tahu bonyok pulang, tapi harapan gue pupus sudah sewaktu nyokap nelepon dan bilang kalau mereka mau mampir kerumah saudara diCibubur. Asem.

    Bi uneh sudah standby didepan tv buat acara infotainment kesukaannya. Bagus. Lanjut gue tutup hordeng dan pintu kamar serapat-rapatnya.

    "Gelap amat a."

    "Biar kayak dibioskop," Gue pengen nangis.

    "Oooh."

    "Suaranya gak usah kenceng-kenceng."

    "Ok." Kok bisa sih si Miki cengengesan? Apa dia gak tau yah aanya nih lagi menderita? Apa coba kata dunia "Seorang kakak menjerumuskan adiknya kedalam dunia perbokepan" nangis darah gue.

    Setengah hati gue mulai menyalakan tv. Tontonan indah nan menggeboykan berkelebatan didepan mata gue. Tapi gue bangkit dan berjalan kearah tempat tidur.

    "Aa mau ngapain?"

    "Mau tidur," Jawab gue datar.

    "Kok tidur sih a?"

    "Aa capek...," Kalau yang ini gue gak bohong, "ntar aa masih harus belajar lagi."

    "Oh."

    Gue tarik selimut, menghadap ketembok, dan menutup mata sekuat-kuatnya. Disaat gue pikir gue bisa tidur dengan nyenyak meskipun ditemani latar belakang suara yang bikin sikebo kecil nyut-nyutan Miki memborbardir gue dengan pertanyaan yang bikin kepala gue vertigo.

    "A itu siperempuan teh murahan amat ya a, digrepe ma lalaki teh kayak yang kangeunahan. Aa pernah gak begituan ma perempuan?"

    Bjkbgjhkedhhjhtgjjjdkfh, "Gak..., gak pernah."

    "Yang bener a?" Girang amat nih anak. "A yang bener?"

    "Iyee, emang kenapa gitu?"

    "Gak, syukur atuh itu berarti aa bukan lelaki murahan."

    Gue bener-bener nangis darah.

    "Badan Miki asa aneh," Perasaan gue gak enak.

    "Aneh gimana?"

    "Ini a t*t*t Miki nyut-nyutan," Blank, "A?"

    "Gak apa-apa itu alami."

    "Alami?"

    "Kamu udah pernah ngalamin mimpi basah belum Mik?"

    "Mimpi basah?"

    "Itu kamu mimpi bokep terus paginya err..., itu kamu ngeluarin air, tapi bukan kencing."

    "Mimpi bokep? Belum pernah. Ngeluarin air tapi bukan kencing?"

    Gue gak tahu musti gimana. "Ya udah kamu kekamar mandi aja trus tinggal dikocok."

    "Kamar mandi? Kocok? Ih siaa mah Miki makin gak ngerti."

    Kepala gue pening, tapi terpaksa gue harus bangun. Gue duduk dibelakang Miki dan dengan gemetaran tangan gue menyentuh bagian atas celana Miki.

    Miki yang kaget menatap gue bingung, "Aa mau ngapain?"

    Menghela napas dalam, "Begini nih tandanya kamu tuh masih kecil. Kalau kamu nonton beginian udah pasti badan kamu bereaksi apalagi kamu tuh cowok Miki. Nih aa ajarin kamu. Kamu udah diem aja."

    Miki mangguk-mangguk sedangkan gue panas dingin. Belum pernah gue ngelakuin ini keorang lain apalagi ini adik gue sendiri dan cowok pula.

    Gue usap-usap kemaluannya Miki masih dari atas celana. Miki mulai merasakan sentuhan gue. Dari yang awalnya masih lemas Miki kecil mulai terasa mengeras.

    Tangan gue gemetaran luar biasa, tapi gue acuhkan. Perlahan tangan gue masuk kedalam celana Miki dan menggenggam Miki kecil.

    "A...," Miki mendesah lalu mendongak ke gue dengan tatapan nanar.

    Seketika sikebo kecil bereaksi. Apa? Ini salah, benar-benar salah. Gue berniat melepas genggaman gue, tapi tangan Miki menahan tangan gue dan tanpa gue sadari tangan gue mulai bergerak naik turun. Miki pun semakin mendesah dan bukanya gue berhenti yang ada semakin terpancing. Tidak lama gue merasakan tangan gue mulai basah.

    "Ah..., a...," Dengan desahan terakhir Miki mencapai klimaks. Gue cuman bisa bengong. "A yang tadi itu aneh banget, tapi Miki suka."

    "Tisu...."

    "Apa a?"

    "Ambilin tisu."

    "Ini a. Oh ini tho yang dimaksud si aa."

    "Kamu mandi dih."

    "Kenapa?"

    "Udah jangan banyak tanya trus sabunan yang bersih."

    "Iya a, nanti kita main lagi yah a."

    Setelah itu gue gak bisa konsentrasi ngelakuin apa-apa dan tadi pagi dengan girangnya Miki kasih tahu gue dia mimpi bokep.

    Gue gagal menjadi seorang kakak.
  • ha ha ha
  • Anjiiirrrr hahahahaha...
    Kau mengajarkan hal yg salah anak muda!!!!!
  • wkwkwk kompak banget ;D
  • Leave Me Alone

    Bujug buneng!!! EBTANAS udah tinggal didepan mata, tapi si Miki ngikutin gue mulu, udah gitu dia ngerlingin mata dan ngerajuk minta "main".

    Ya Tuhan, tolong perpanjang masa ujiannya supaya hamba bisa menghindar dari godaan Miki terkutuk. Amiiin.
  • Note Author:
    Please be more active than passive:)
  • bagus ne ceritanya... tapi ada tapinya.. update'a terlalu sedikit and lama pula... tp gpp dink asal update rutin... q suka bgt ceritanya,,,, med mikir moka sukses!
  • Bikin pusing

    Alhamdulillah gue bisa melewati ujian dengan aman meskipun tidak berhenti-berhenti ditiup badai, tapi penderitaan gue baru aja dimulai. Tadi sore untuk pertama kalinya gue berantem sama si Miki.

    Seperti biasa gue lagi santai dikamar dengerin radio sambil baca komik. Kegiatan yang udah jarang banget gue lakonin setelah naik kelas 3 SMP. Tanpa gue sadari tahu-tahu Miki ada disebelah gue.

    Awalnya gue acuhin, tapi karena dia gak bisa diam mau gak mau gue tanya dia,"Ada apa sih Mik?"

    "Gak ada apa-apa."

    "Kamu udah belajar belum bentar lagikan ulangan?"

    "Udah."

    Gue melirik jam didinding waktu baru menunjukkan jam setengah delapan. "Masa udah?"

    "Beneran udah. Orang belajar dari jam 5 kok. Lagian ngga belajar Miki tetep rangking satu ini."

    Benci sebenernya gue mengakui, tapi apa yang dibilang Miki emang bener. Ya, udah gue akhirnya gue diemin dia sampai....

    "A?"

    "Apa?"

    "Bosen nih."

    "Ya, udah sana baca atau main komputer kek."

    "Gak ah bosen. Miki mau nonton vcd." Gue gak suka arah pembicaraan si Miki.

    "Ya udah nonton sana."

    "Tapi filmnya udah Miki tonton semua."

    "Trus mau Miki gimana?" Ugh, pertanyaan yang bodoh.

    "Film yang waktu itu udah dibalikin a?" Gue diem, "A? Ih ditanya juga."

    "Miki!!!, udah kek jangan ganggu aa. Aa tuh capek abis EBTANAS kalau mau nonton, nonton sendiri aja jangan ganggu aa."

    Miki diam terkaget, "Gak usah pake bentak Miki juga kali a. Lagian gak pernah Miki ganggu aa."

    Hampir ada lima menit gue sama Miki adu mulut sampai nyokap muncul.

    "Eh, ada apa ini teh?" Gue dan Miki cuma bisa diem.

    "Gak ada apa-apa mah," Miki ngeloyor keluar dari kamar ninggalin gue dan nyokap.

    "Ada apa sih a?"

    "Gak ada apa-apa mah. Beneran gak ada apa-apa," Sekuat tenaga gue redam emosi yang berkecamuk didada gue. Nyokap hanya bisa geleng-geleng kepaladan ninggalin gue sendiri.

    Gue sebenernya gak mau berantem sama Miki, tapi kalau gue gak begini bakal sulit untuk gue dan terutama Miki.
  • Ih, miki lucu... Nggemesin... Lanjut ah...
  • waduw berantem beneran deh
  • emang susah jadì kakak. apalagi punya ade kaya miki, antara moral & nafsu.
  • edited April 2012
    Baikan. (bagian 1)

    Nyesel gue udah ngebentak Miki. Nyesel karena gue gak bijaksana.

    Hampir 2 minggu sudah gue diem-dieman sama Miki dan rasanya gak enak banget. Nyokap cuma nasihatin kalau Miki tuh kangen main bareng gue dan nyuruh gue baikan sama Miki. Ya, mah itulah yang Kebo lakukan.

    Tadi pagi gue bertekad bulat buat baikan sama Miki, apalagi lusa gue mau berangkat keJogja dalam rangka acara perpisahan sekolah. Gue gak mau berangkat dalam keadaan hati yang gak enak.

    Untung gue dan Miki ada disekolah yang sama jadi gue cukup nunggu sebentar sebelum kelasnya Miki bubar.

    Karena gue jarang-jarang kekelas Miki jadinya gue nervous dan ditambah baru aja kepala gue yang nongol semua mata langsung kearah gue. Beruntung Miki lagi duduk dibangku depan dan gak pake lama gue langsung negor Miki.

    "Miki pulang bareng yuk?" Miki yang gak menduga kedatangan gue cuma bisa bengong, tapi mendadak mukanya berubah jutek. Err..., sabar. "Mik, ayo pulang bareng?"

    "Gak bisa, Miki udah janji ma Bombom mau belajar buat ulangan," Miki melirik keanak cowok disebelahnya yang gue rasa dia adalah Bombom dan anak itu melongo bego.

    "Belajar?" Tanya si Bombom.

    "Iya..., kan kata lo biologi susah banget jadi lo minta bantuan gue."

    "Huh? Biologi? Kalau biologi mah gam--, aduh ngapain sih lo Mik nginjek kaki gue," Gue pengen ketawa ngelihat tingkahnya Miki yang imut banget.

    "Oh, Miki gak bisa? Yah udah deh nggak apa-apa biar aa ketoko bukunya sendiri aja, tapi sayang juga sih Miki gak ikut padahal kata temen aa komik Conan yang baru udah ada."

    "Eh?" Taktik berhasil, ya teruskan perjuanganmu Kebo.

    "Ya udah deh, dah Miki."

    "Tunggu a..., yang bener a komik Conan udah ada?"

    Gue mangguk-mangguk.

    "Emm..., sorry ya Bom gue bantu lo belajar lain kali aja ok? End sorry gue injek kaki lo soalnya tadi ada kecoa."

    Seketika mata Bombom melotot sejadi-jadinya dan loncat keluar dari bangku. "Mana Mik kecoanya?!!!"

    "Kan udah gue bilang tadi. Budeeeeeggg."

    Hahaha..., lucu banget sih kamu Mik jadi kasihan deh si Bombom. "Itu temennya gak apa-apa?"

    "Udah gak apa-apa. Ayo atuh a," Miki yang udah gak sabaran menarik-narik lengan baju seragam gue keluar dari kelasnya.

    Target sudah terkunci.
Sign In or Register to comment.