BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di situs Boyzforum yang diarsipkan oleh Queer Indonesia Archive. Forum untuk komunitas gay Indonesia yang populer ini didirikan pada tahun 2003, dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Forum ini diabadikan untuk kepentingan sejarah. Tidak akan ada konten baru di forum ini. Silakan menikmati forum ini sebagai potongan dari sejarah queer Indonesia.

Pendek

edited September 2016 in BoyzStories
Pendek

1.

(Cerita ini hanya fiksi semata, walopun ada yg nyata paling cuma nyempil)

Sesuai judulnya "pendek", aku adalah (mungkin) cowok terpendek di sekolah!!!!

Gak gak gkgkgk

Ini ga mungkin, itu pikirku. Tapi tiap kali upacara aku selalu paling depan karena urutannya dari pendek ke tinggi. Tau kan malunya ketika barisan depan itu semua cewek sedangkan aku cowo sendiri.

Ya aku malu!!!!

.

Kenalin aku vanilla, entah apa yang dipikirin nyokap bokap pas namain aku?! Bukan cuma aku yg bernasib gini, kedua kakakku jg sama, cherry dan cokelat.

Keluargaku emang abnormal

Karena itu keluarga kami dikatain keluarga makanan, ato keluarga buah, dan masih banyak lagi.

Tapi aku paling minder,, udah nama vanilla, paling pendek di antara tiga bersaudara, genetik keluargaku tinggi2 karena bokap sampe 190cm, kakak perempuan(cherry)ku melewati 160cm dan kakak laki2ku cokelat sampe 170cm sedangkan aku? apaan?

Seupil mereka mungkin.. (penulis kasian jadi gak dikasi tau tingginya berapa)

Aku selalu bertanya kenapa cuma aku yang pendek? Tapi selalu dijawab dengan candaan, padahal aku serius....

Karena aku sudah 1 SMA, dengan tinggi segini aku sering ditolak cewek idamanku.. apa sih salahnya jadi cowo pendek? Memang sih banyak ruginya tapiiiii ..

Emang gak ada untungnya jadi pendek. Huft. (Maaf yang tersinggung,:v jgn golok)

.

Kini vanilla udah kelas 1 SMA, sekarang hari pertamanya MOS/MOPBD, ia masuk ke aula, sepertinya ia datang terlalu pagi soalnya masih belum banyak orang. Ia memutuskan duduk di kursi yang depan.

Ia sedang duduk sambil main hp ketika dikagetkan sama seseorang.

"Hai!" Sapa orang itu. Vanilla seperti mengenal wajahnya.

Orang itu tersenyum, "gak inget ya? Gw reygan, kita pernah satu sd!" Katanya. Vanilla pun inget kalo dia pernah satu sekolah dengan cowok ini.

Tapi yang dia ingat reygan adalah cowok yang pendek dan gemuk sedangkan saat ini reygan tampan dan tinggi banget!

"Anjrit..." hanya itu yg keluar dari mulut vanilla saking terkesima sama penampilan reygan.


Tagged:
«134567

Comments

  • edited September 2016
    2.
    "Nape lu..." kata reygan. Vanilla masih bengong memperhatikan penampilan reygan yang luar biasa, dia bisa merasakan ada asap keluar dari hidungnya.

    "Oi... nih anak malah bengong, gw duduk di samping lu ya?" Reygan langsung duduk di kursi sebelah vanilla.

    'Aku suka cewe, aku normal,' vanilla bergumam sementara pikiran dan hatinya berkata lain. Setelah itu ia mulai tenang, ia melihat reygan sedang buka hp.

    "Reygan kamu kemana aja ga pernah keliatan sejak SD?" Tanya vanilla, reygan tersenyum.

    "Santai aja nil, pake gw elu aja.. oh, gw pindah ke singapore waktu itu soalnya emak gw pindah kerja kesitu..." jelasnya. Vanilla mengangguk.

    "Sori dadakan banget waktu itu jadi ga sempet pamit ama anak sekelas..."

    Lagi, ia tersenyum menghadap vanilla, membuat vanilla makin terpesona! Shit!
    Aaaa vanilla mulai mengingat masa SDnya. Dia memang suka membully reygan karena reygan gendut jelek dan pendek. Ia jadi malu sendiri sekarang.

    "Reygan, sori ak-- gw dulu sering bully elu wkwk" vanilla berusaha tidak bergetar dan terbata.

    "Gapapa kali, nil, namanya juga becanda, kan waktu itu kita masih kecil" reygan menanggapinya dengan dewasa.

    "Oia lu jadi imut amat sekarang wkwk" kata reygan, vanilla hampir mendamprat reygan. Untung dia masih sadar tempat.

    "Anjing lu.. sori ya kalo gw sekarang jadi pendek" kesal vanilla.

    "Yeh emang gw ngeledek? Itu pujian, lu sekarang makin imut dan cakep"

    Fuck!

    "Gue gasuka dipuji imut dan cakep karena gw GANTENG"

    REYGAN NGAKAK, suaranya memeuhi ruang aula yang semakin ramai.
  • edited September 2016
    3.
    Hari pertama MOS, mereka cuma diberi pengarahan, dan beberapa games perkenalan, mereka juga disuruh beli barang-barang yang ga penting seperti layaknya mos pada umumnya.

    Vanilla masih duduk di aula karena kelelahan, mereka habis main game yang pakai banyak stamina dan vanilla gak bisa olahraga karena staminanya kurang dan tekanan darah rendah.

    "Nil lu gapapa?" Tanya reygan. Vanilla mengangguk, sepertinya hanya tinggal mereka berdua di aula itu. Vanilla masih mencoba menarik napas, untungnya reygan membawa kantung, ia menyuruh vanilla untuk bernapas menggunakan kantung itu.

    "Thanks, reygan, udah mendingan,.." kata vanilla. Ia berdiri dan mengambil tasnya.

    "Pulang naik apa?" Tanya regan.

    "Jalan kaki, rumah gw lumayan deket sini"

    Reygan menggandeng tangan vanilla, "gw anter, gayakin gw lu masih hidup sampe rumah dengan keadaan lu"

    "Bangke.." jawab vanilla lemas. Benar juga kata reygan, mungkin vanilla harus mendengarkan perkataan reygan.

    Merekapun sama-sama keluar dari sekolah itu, hari sudah menjadi sore.

    "Oiya, gw mampir ke toko ****** dulu, beli perlengkapan" vanilla melangkah ke salah satu toko.

    "Ha? Uda lu pulang dulu deh, itu biar gw yang cariin buat lu." Reygan kembali menarik tangan vanilla.

    "Thanks.." vanilla menundukan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang memerah.

    "Yup, oke udah nyampe nih, titip salam gw ke om tante , sama kak cokelat dan kak cherry juga" katanya sambil pergi. Vanilla mengangguk.

    "Reygan..." gumam vanilla.

    "Cie cie siapa tuh? Pacar ya?" Cokelat tiba-tiba sudah ada disebelah vanilla.

    "Anjir! Lu kira gw maho hah?!" Vanilla menendang kaki cokelat.

    "Biasa aje cuk, gw becanda kali," cokelat tertawa. Ia melihat adiknya agak pucat, dilepasnya jaket yang ia pakai dan dia lempar di kepala vanilla.

    "Tuh pake, makanya olahraga kek biar kuat dikit" kata cokelat sambil masuk ke dalam rumah.

    "Najis, mentang2 ikut klub basket aja bangga lu! Dasar cokelat!" Teriak vanilla. Tapi dia pake sih jaketnya walopun kebesaran.

  • menarik ceritanya ... masih berlanjut ...?
  • lulu_75 wrote: »
    menarik ceritanya ... masih berlanjut ...?

    Masih kak ntar di updet lagi
  • edited September 2016
    4.
    Esoknya, vanilla bangun dengan lebih segar, ia melepaskan bajunya dan langsung ngacir ke kamar mandi.

    Setelahnya ia langsung memakai perlengkapan untuk mos, baju smp dan nametag besar berbentuk apel, ada lagi perlengkapan lainnya tapi reygan janji untuk membelikan buat vanilla karena untungnya mereka sekelas jadi perlengkapan yang di bawa sama.

    Vanilla pun kebawah untuk sarapan, ia lihat cokelat dan cherry sudah duduk manis memakan sarapan buatan mbok. Nyokap dan bokap jarang di rumah karena biasanya mereka kerja di luar kota/negeri.

    "Eh vanilla, duduk yu, mbok udah bikin sarapan kesukaanmu!" Kata cherry sambil tersenyum.

    Cherry memang kakak kesukaan vanilla soalnya dia baik banget, dan perhatian, bukan cuma ke vanilla saja tapi kesemua orang.

    "Iya ka!" Vanilla langsung cepet2 duduk di kursi sebelah cherry. Tapi niatnya batal ketika cokelat menarik vanilla dan ia duduk disebelah cokelat.

    "Eh lu harus duduk sama gue, ntar kebegoan lu ketular ke kak cherry" kata cokelat santai sambil mengolesi selai cokelat ke rotinya.

    "Lu nyebelin banget si!" Dengus vanilla, tapi biarinlah ia gamau pagi harinya menjadi kacau gara2 seorang cokelat.

    tiba2 saja sebuah roti selai cokelat udah ada di mulut vanilla. Terpaksa dia memakannya dengan berat hati karena dia gasuka rasa cokelat!!!!

    "Kak cokelat bego!"

    "Cokelat jangan usilin vanilla mulu, dah sono pergi sekolah dua2nya!" Usir kak cherry tegas!

    "Yaaa..." kata mereka berdua, karena gamau melihat kemurkaan cherry. Karena cherry sudah kuliah biasanya cokelat dan vanilla berangkat sekolah sama-sama dengan jalan kaki.

    (Cherry 18 tahun, Cokelat 16 tahun, Vanilla 15 tahun)

    "Vanilla"

    Cokelat memanggil tapi vanilla tetap diam, karena masih kesal diusili cokelat.

    "Vanilla"

    "Vanilla"

    "VANILLA"

    "IYA!! Apaan sih!" Jawab vanilla jengkel, ia menatap cokelat kesal.

    "Sori tadi gw lagi kepengen ngusilin lu, abis lu.." cokelat memotong kata2nya, ia menutup mulutnya dengan satu tangan.

    Vanilla kebingungan, "lu napa kak?"

    "Huff hampir aje.. gak papa dek, uda pokoknya gw minta maaf" cokelatpun mengelus kepala vanilla dengan lembut. Vanilla hanya mengangguk.

    Akhirnya mereka sampai di gerbang sekolah dan memisahkan diri (?). Cokelat langsung ke kelas sedangkan vanilla ke ruang aula tempat untuk MOS anak kelas 10.

    Seperti kemarin, ia datang pagi dan duduk di baris depan, ia lihat sudah ada reygan disitu, buru2 ia duduk disamping reygan.

    De ja vu, lagi2 orang asing menyerobot vanilla duduk disebelah reygan. Ngeselin banget di selip dua kali. Akhirnya ia memutuskan buat duduk di kursi baris belakang karena sakit hati, ya gapapa sih sekalian cari temen lain.

    "Oii vanilla!" Teriak reygan dari depan. Vanilla pun kembali menghampiri reygan. Reygan mengeluarkan perlengkapan yang disuruh oleh panitia mos.

    "Thanks reygan..." ucap vanilla senang. "panggil rey aja biar lebih enak," kata reygan.

    "Heh... iya deh" vanilla tersenyum. Ia melirik orang disamping reygan, cowok yang ini keliatannya keren dan ganteng, tapi ia memperhatikan vanilla dengan mata menusuk, ntah kenapa vanilla merasa ga enak dan kembali duduk di belakang.

    .

    "Oke anak2! Kalian udah membawa perlengkapannya??" Tanya kakak panitia. Kami serempak menjawab "iya".

    "tapi kita bakal tetep periksa, yang barangnya gak lengkap bakal di hukum ya," kata salah satu kakak.

    Mereka mulai menyebar dan memeriksa barang bawaan kami, ada beberapa anak yang kena karena barang yang dibawa kurang, karena kakak nya teriak, aku jadi tahu kalau hukumannya berlari keliling lapangan sepuluh kali.

    Giliranku diperiksa, ntah kenapa perasaanku ngga enak, dan benar, aku rupanya lupa bawa sendal jepit, mf, aku akhirnya disuruh berlari keliling lapangan.

    Aku berdiri di bawah terik matahari yang menyakitkan, beberapa anak sudah berlari dengan kecepatan penuh, dengan cepat mereka menyelesaikan hukuman dan kebali masuk ke gedung. Aku saja masih terdiam meratapi nasib.

    Aku akhirnya mulai berlari dengan kecepatan sedang saja, karena aku tidak mau kelelahan dan pingsan disini.

    "Hai," sapa seseorang, aku menoleh.

    Seorang cowok berkeringatan ini menepuk punggungku. Aku membalas, "hai juga."
  • edited September 2016
    5.
    Jadi aku berkenalan dengannya, timothy. Dia adalah orang yang menyelakku tadi pagi saat mau duduk di sebelah reygan, orangnya cukup baik dan supel, menurutku cuma wajahnya yang agak menyeramkan, aslinya dia ternyata asik untuk diajak ngobrol.

    Berkat dia aku jadi ada teman hukuman, terasa lebih ringan dan cepat dari yang kuperkirakan. Setelah selesai aku mengelap peluh dengan kemejaku, dia juga terlihat melakukan hal yang sama.

    "Oke yokk balik, katanya pbb uda mulai," kata timothy. Aku mengangguk dan berjalan masuk ke gedung sekolah bersamanya.

    Kami berjalan masuk ke dalam kelas untuk mengambil baju OR kami, karna udah telat, kami pikir ganti aja langsung di kelas.

    Aku malah terpesona sama bentuk badan timothy yang sangat *ehem*, aku mencoba menahan diri dengan buru-buru memakai baju ORku.

    Kami berlarian naik keatas yaitu dimana lapangan sekolah kita. Lapangan sekolah ini terletak di atas dan tidak ada atap, jadi itu seperti hukuman buat semua angkatan sih karena matahari sedang terik banget.

    Dateng2 kami langsung dimarahi senior karena terlambat, kami pun hanya patuh dan terdiam. Padahal salah dia sendiri ngasih hukuman ga kira2! Aku pun menghela napas untuk menormalkan detak jantungku yang sedari tadi terasa sesak.

    "Untuk kalian yang telat, kalian cowok dihukum push up 30 kali! Yg cewek 20 kali!"

    Kami pun yg masih kelelahan habis lari di lapangan mengeluh, tapi tetap melaksanakannya daripada di beri hukuman lagi.

    Aku sebenarnya sudah tidak kuat, mataku sudah berair efek kecapekan.

    "HALAH CUMA SEGITU AJA UDAH CAPEK! MANJA!!!" Bentak senior memanas-manasi kami.

    Bodo amat. Aku menghela napas panjang sambil meneruskan push-up yang terasa makin melelahkan.

    Setelahnya kami selesai PBB, kami masih harus melanjutkan seminar-seminar ngga jelas yang aku tidak mengerti, aku juga tidak mendengarkan apa-apa karena pusing.

    .

    "Vanilla! Vanillaa!"

    Aku membuka mataku perlahan saat mendengar seseorang memanggil namaku, yang kulihat pertama kali adalah betapa dekatnya wajah reygan!

    "Aaaaaaa!" Teriakku kaget, hampir aja aku menggetok kepala reygan.

    "Susah banget bangunnya lu! Udah sore nih, lu tidur lama banget dah, untungnya senior pada ga hukum lu!" Kata reygan. Aku cengengesan.

    "Sori gw capek banget tadi" aku melihat sekitar sudah tidak banyak orang disana, seperti waktu pertama kali mos. Tapi dibelakang reygan ada timothy.

    "Yuk gw anterin, si timothy juga rumahnya searah" reygan mengambil tanganku yang sedang ada diatas pahaku. Aku pun langsung salting tapi berusaha tidak menunjukkan.

    'Yaa tuhan, kayaknya gw mulai ga normal' ucapku dalem hati.
  • edited September 2016
    6.
    "Tinggi lu berapa..?" Tanya timothy. Vanilla yang berdiri disebelahnya memasang muka malas. Ia paling malas kalo bicarain soal tinggi badan!!!

    "Sori, kalo gak mau jwb gapapa ko, gw cuma penasaran sih, abis lu kecil banget" kata timothy dengan muka polos tidak bersalah, andaikan tatapan bisa ngebunuh mungkin timothy udah mati oleh vanilla.

    "Wakakak, hebat lu, baru hari pertama ketemu ama vanilla udah nekat nanyain tinggi badan" reygan tertawa lepas tanpa sadar bahwa vanilla menatapnya kesal.

    "Gw kasih tau kalian, tapi... jangan ketawa." Vanilla cemberut, ia menggaruk tangannya yang tidak gatal.

    "Janji kita ga bakal ketawain," ucap reygan dengan anggukan timothy tanda setuju.

    Vanilla mengambil napas dalam-dalam dan membuangnya, "gw 150cm"

    Es krim timothy dan cocacola reygan langsung jatoh di tempat.

    "TUH KAN!!!!!!!" Teriak vanilla. Mereka berdua sudah keburu ngakak duluan, vanilla hanya bisa menahan malu, ia tau bakal begini. Entah kenapa dia jadi pengen nangis.

    "Sori sori, gw ga nyangka aja lu sekecil itu" kata reygan sambil menyeka air matanya gara2 kebanyakan ketawa.

    "Ssst ssst!!" Timothy menyuruh reygan untuk berhenti tertawa dan menunjuk vanilla yang sudah berjongkok sambil menutupi wajahnya. Dia terlihat seperti landak kecil.

    Orang-orang mulai berbisik-bisik, reygan dan timothy membujuk vanilla agar berhenti menangis di tengah jalan.

    .

    "Anju dia ternyata sensitif banget kalo masalah tinggi badan, rey" kata timothy sambil menoel pipi vanilla yang digendong oleh reygan. Reygan hanya tersenyum mendengarnya.

    "Kayanya besok kita mesti minta maaf."

    Timothy mengangguk setuju.

    "Mana rumahnya?" Tanya timothy, reygan menunjuk rumah yang lumayan besar dengan pagar bewarna merah.

    "Permisiiii!" Teriak timothy. Setelah beberapa saat seorang laki-laki berkulit cokelat muda keluar dan membuka pagar, ia terkejut saat melihat vanilla digendong reygan.

    "kak cokelat, apa kabar?" Kata reygan ramah, timothy menganggukkan kepalanya.

    "Reygan! Udah gede ya kamu! Kemana aja? Wkwk eh itu si kucrut kenapa digendong?" Walaupun mengejek, tapi cokelat terlihat khawatir dengan keadaan adiknya.

    "Gapapa kak, dia cuma capek aja," reygan ngga bohong, vanilla capek nangis terus ketiduran, mungkin juga efek mos hari ini ngebuat dia kelelahan dan lebih emosional dari biasanya.

    "Oh gitu, thanks ya udah di anterin," cokelat mengambil alih vanilla (?) Dan menggendongnya.

    "Ok kak, kalo gitu kita duluan deh" pamit reygan dan timothy.

    Cokelat melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam rumah.
  • Side story

    Cokelat, 10 tahun.

    Aku benci saat perhatian mama papa terbagi karena dia, iya, dia! Vanilla, adikku yang selalu sakit, dia bikin semua orang jd seksi repot bahkan aku pun ikut jadi korban. Andai aja dia gak pernah lahir, aku masih dimanjain mama papaku karena anak bungsu.

    "Duh cokelat! Jangan nangisin dedek kamu terus, dia masih kecil," kata mama memarahiku. Padahal yang salah vanilla karena merusakin mainan kesayanganku tapi aku yang dimarahin!

    "Mama pilih kasih!" Kesalku. Aku pun masuk kamar dengan membanting pintu. Tanpa sadar aku menangis di bantalku karena sudah muak diperlakukan tidak adil, kenapa selalu vanilla yang dibela? Aku selalu disalahkan kalau vanilla nangis atau sakit.

    Esoknya aku terbangun dengan rasa letih dan mata bengkak karena menangis semalaman, aku mencuci muka sebisa mungkin menghilangkan bengkak mataku. Setelah selesai aku turun keluar untuk sarapan pagi, tapi aku tidak melihat siapapun pagi itu, yang kutemui hanyalah secarik kertas diatas meja yang bertuliskan, "vanilla masuk rumah sakit, cherry dan cokelat, bisa kan sarapan sendiri? salam sayang, mama"

    Aku pun membuka tudung saji yang berisi makanan yang mendingin! Membuat hariku makin mengesalkan saja, padahal hari ini niatnya pengen baikkan dengan mama, tapi lagi2 vanilla...

    Aku memakan sarapan dengan rasa hambar pagi itu...

    "Cokelat ayo ke sekolah!" Ajak cherry, aku pun mengangguk dan buru2 menghabiskan sisa makanan.

    Diperjalanan kami terdiam, aku melirik kak cherry yang sepertinya senang2 saja sejak vanilla datang ke kehidupan kita.

    "Kakak gak marah?" Tanyaku. Kak cherry kebingungan.

    "Marah kenapa dek?" Tanyanya balik.

    "Vanilla bikin mama papa nggak peduli lagi sama kita...." kataku sedih.

    "Hmm masa sih? Kakak malah berpikir vanilla manis banget hehe" kak cherry tersenyum. Aku merasa kehilangan semangat.

    Sepertinya cuma aku yang gak suka dengan vanilla! Aku benci semua orang...

    Sorenya, vanilla sudah pulang, sepertinya sakitnya nggak parah tapi wajahnya pucat, ia digendong mama ke kamar dan dibaringkan ke kasur, kami hanya memperhatikan mama yang secara hati2 mengurusi vanilla.

    Karena kesal, aku keluar kamar vanilla dan masuk ke kamarku. Aku membaringkan diri dikasurku berharap semoga esok segera tiba.

    .

    "Cokelat! Mama harus kembali ke kantor, tolong bantu mama ya jagain vanilla sehari sajaaa~ cherry gabisa karena sedang UTS," kata mama memohon, aku yang merasa kasihan pun akhirnya mengangguk walaupun sebenarnya ngga mau.

    Dirumah hanya ada aku, mbok dan vanilla. Aku duduk disaamping kasur vanilla membaca komik berusaha nggak peduli dengan vanilla. Tapi niatku itu harus pupus ketika mbok membawakan bubur hangat untuk vanilla, ia menyuruhku menyuapi vanilla karena ia masih harus bekerja.

    Dengan malas2an aku membangunkan vanilla yang terlelap, aku guncang tubuhnya dengan cukup keras sampai dia terbangun. Ia menatapku dengan sayu.

    "Mbok bilang kamu harus makan ini!" Kataku gugup. Ia hanya menatapku, aku pun mulai menyuapinya secara perlahan, kadang ia terbatuk-batuk, tanganku yang sedikit menyentuh pipinya terasa hangat karena suhu tubuh vanilla yang tinggi.

    Setelah habis, aku pun kembali menyelimutinya dengan selimut, ia terlihat kembali terlelap dengan wajah tenang. Saat aku mau pergi, ia menahan tanganku dengan tangan mungilnya yang terasa membakar.

    Aku masih ingat senyumannya saat itu, yang begitu menusuk hatiku sampai sekarang; saat ia berkata "terimakasih kakak."
  • Coklat suka Vanilla ...? ternyata Reygan sama Timoty bersahabat ... penasaran nih ...
  • lulu_75 wrote: »
    Coklat suka Vanilla ...? ternyata Reygan sama Timoty bersahabat ... penasaran nih ...

    Suka ga yaa :3 reygan ama timoti mencurigakan B|
  • Menantikan kisah selanjutnya
  • Numpang lewat..
  • Ikut nimbrung ah...
  • edited September 2016
    Llybophi wrote: »
    Menantikan kisah selanjutnya

    Oke kak ntar di updet lagi, makasi udh baca :blush:
  • bagus ceritanya ada humornya juga lanjutin dong hehehheheheheh
Sign In or Register to comment.