BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di situs Boyzforum yang diarsipkan oleh Queer Indonesia Archive. Forum untuk komunitas gay Indonesia yang populer ini didirikan pada tahun 2003, dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Forum ini diabadikan untuk kepentingan sejarah. Tidak akan ada konten baru di forum ini. Silakan menikmati forum ini sebagai potongan dari sejarah queer Indonesia.

kumpulan cerita misteri by @ruby

1363738394042»

Comments

  • ruby wrote: »
    220. Teman Baru

    Beberapa hari ini ada orang yang selalu iseng sms mengajak berkenalan, ga pernah aku pedulikan, karena ga jelas itu nomor siapa. Hingga suatu malem tiba2 mati lampu dirumahku, nomor itu sms lagi. Daripada bingung mati lampu ga ada kerjaan, aku tanggapi sms tersebut. Ternyata orang yang sms itu namanya Rendi, sejak itu kami saling berbalas sms karena ternyata rendi orangnya asik diajak ngobrol. Beberapa hari kemudian aku meminta untuk saling bertukar foto karna aku penasaran sekali dg wajah rendi. Aku mulai kirim foto duluan via mms, tidak lama rendi membalas mengirim foto. Ketika ku buka ternyata yang dikirim rendi adalah foto yang ku kirim tadi. Aku langsung sms rendi "ah curang.. mana foto kamu? Koq malah foto q yg dikirim?" Dan rendi membalas sms tsb "aku benar-benar ada difoto itu, perhatikan baik-baik".

    si rendi itu hantu,
    macam di 4bia :v
    Rhaegar wrote: »
    BUKU RITUAL


    Kulempar tas sekolahku dan kuhempaskan badanku ke tempat tidur. Hari yang menyebalkan seperti biasanya! Anthony selalu saja mengolok-olok dan mempermalukan ku di sekolah. Aku sangat membencinya.
    Ah! Aku teringat dengan buku tua yang kutemukan di perpustakaan sekolah tadi siang. Kubuka tas ku dan kuambil buku itu.
    Hmm.... Buku ini sedikit aneh. Tidak ada nomor seri perpustakaan seperti buku2 lainnya. Tidak ada gambar atau tulisan apapun di sampulnya. Warnanya juga coklat kusam dan tepiannya robek-robek seperti sudah bertahun-tahun tidak ada yang membukanya. Kenapa aku membawa pulang buku aneh ini? Entahlah, aku sendiri tidak tahu.

    Kubuka halaman pertama buku ini. Hanya ada sebuah gambar pentagram.
    Kubuka lembar selanjutnya. Tertulis sebuah peringatan, "Ini adalah sebuah ritual gelap untuk melakukan apapun dan pada siapapun yang kau inginkan. Untuk bisa bekerja kau harus mengikuti langkah2 ritual ini tanpa melakukan kesalahan sekecil apapun. Jika kau melakukan kesalahan maka ritual ini akan berbalik pada dirimu sendiri. Ingin tetap melanjutkannya?"
    Aku terdiam sejenak. Hm, tentu saja aku ingin melanjutkannya. Aku ingin membalas semua perbuatan Anthony. Aku ingin melihatnya kesakitan.
    Kubukan halaman berikutnya, "Langkah 1: Buat sebuah pentagram dan nyalakan lilin di setiap ujungnya"
    Aku gambar sebuah pentagram yg lumayan besar di lantai menggunakan spidol yg ada di meja belajarku. Lalu aku lari kedapur untuk mengambil satu pack lilin.
    Kembali ke kamar, kututup semua jendela dan pintu kamarku. Kunyalakan lilin satu persatu. Perfect!
    Kubuka halaman berikutnya, "Langkah 2: Duduk di tengah pentagram. Saat inilah ritual benar-benar dimulai dan kau tidak akan bisa membatalkannya."
    Perlahan kulangkahkan kakiku memasuki pentagram dan duduk di pusatnya.

    "Langkah 3: Pejamkan matamu. Konsentrasikan semua pikiranmu pada target."
    Mudah. Kupejamkan mata dan memfokuskan semua pikiranku pada Anthony. Membayangkan Anthony bukanlah hal yg sulit. Aku tidak akan pernah melupakan seringaiannya yang menyebalkan itu.

    Kubuka halaman selanjutnya, "Langkah 4: Konsentrasikan pikiranmu pada semua hal yang ingin kau lakukan pada target."
    Aku ingin Anthony merasakan sakit yang amat sangat hingga berharap untuk lebih baik mati.

    Kubuka lembar berikutnya,
    "Langkah 5: Buka matamu"

    Oh shit!

    senjata makan tuan :v
    Kubuka lembar berikutnya,
    "Langkah 5: Buka matamu"
    harusnya merem terus dari langkah 3 ampe 5 :v
  • 221. Monster

    "Tolong saya dokter... tolong saya," jerit wanita itu histeris seolah terkena guna-guna, "di bawah tempat tidur saya ada monster. Ya Tuhaan, Bagaimana hal-hal seperti itu bisa ada?"

    "Tenanglah...tenang," dengus sang psikiater yang melompat dari kursinya. "Tidak ada yang seperti itu. Saya pastikan di bawah tempat tidur sana tidak ada monster. Jadi apa yang ibu lihat itu hanya halusinasi saja."

    Wanita itu bertubuh kurus, dengan kulit yang bergelambir dari tulang-tulang pipi yang menonjol. Sang psikiater mendiagnosis pasiennya itu menderita gangguan persepsi pada indra visual, dimana ia sering melihat eksistensi monster di bawah tempat tidurnya.

    "Begitu ya?" tanya wanita itu.

    Dengan tenang sang psikiater menggiringnya kembali ke kamarnya. Sesekali ia meyakinkan pasien itu bahwa realitasnya tidak ada monster di bawah tempat tidurnya.

    ====

    Sesi berikutnya sang pasien itu tetap berteriak-teriak histeris, kali ini lebih hebat lagi. "Aku yakin monster itu ada dan dia ada di bawah kasur... Kasur yang saya tempati... Apa dokter tahu di mana kasur saya?"

    Akan tetapi semua keyakinan pasiennya itu mentah, sang psikiater tetap pada persuasinya: "Sungguh yang demikian tidak ada, bu. Anda sedang berada di rumah sakit. Jika ada sesuatu wujud yang menyeramkan seperti monster, hantu, dan binatang aneh, secara pasti pihak rumah sakit segera membereskannya. Apa kau mengerti? Sekarang kembalilah ke kamarmu."

    Pasien itu luluh dan kembali pada tempatnya dengan tenang.


    ===

    Sesi ketiga, wanita itu tidak lagi muncul. Sang psikiater yakin bahwa pasiennya itu sudah sembuh dari gangguan halusinasinya. Iapun keluar dari ruangannya dan bertemu dengan seorang teman lainnya. Dengan spontan ia bertanya, "bagaimana nasib pasien itu?"

    Teman itu menjawab: "Siapa yang sebenarnya anda maksudkan? Apakah orang yang dimakan oleh monster?"
  • 222. Smile

    Aku mengenal seorang gadis lewat internet. Sikapnya ramah dan selalu bisa membuatku tertawa dengan jokes ringannya. Dia paling suka menertawaiku jika ada hal yang dianggapnya bodoh dan konyol, bisa dibilang dia suka meledekku sedemikian rupa.

    Hari ini aku janji bertemu dengannya. Dia bilang dia akan memakai baju warna hitam dengan rambut yang digerai. Setelah beberapa menit aku menemukan ciri-ciri itu, namun aku ragu, karena gadis itu terlihat murung dan diam. Aku menghampirinya, ternyata benar, dialah orangnya.

    Setelah makan dan nonton bersama, dia benar-benar tidak sedikitpun tersenyum atau tertawa. Aku merasa mungkin dia kecewa dengan penampilanku atau entahlah. Akhirnya aku mengantarnya pulang, dia pun menawariku untuk mampir ke rumahnya yang luas.

    Ternyata dia hanya tinggal sendirian selama ini, mungkin itu sebabnya ia menjadi pendiam, berbeda dengan yang kukenal di dunia maya. Akhirnya aku beranikan diri untuk menanyakan hal itu, aku berkata aku akan melakukan apapun asalkan dia bisa tersenyum dan tertawa seperti di telepon.

    Dia pun menyuguhkan secangkir sirup manis untukku, aku meminumnya. Dan dia pun tersenyum. Lama-lama dia tertawa melihatku, kemudian dia tertawa terpingkal-pingkal sampai mengeluarkan air mata. Ada yang salah denganku?
  • 223. Penjelajah Waktu

    Aku seorang penjelajah waktu, sering sekali aku bepergian ke masa lampau atau masa depan sesuai keinginanku, walau hanya sekedar jalan jalan atau mencari tau sejarah, sampai akhirnya aku tidak bisa melakukan penjelajahan waktu lagi.
    Semua bermulai saat aku berjalan jalan di masa depan, pagi itu aku sampai di halaman sebuah universitas di masa depan, aku jalan jalan mengelilingi taman, enak sekali suasana pagi waktu itu, aku pergi membeli jajanan disana, tentu saja aku sudah mempersiapkan uang untuk belanja di masa depan agar mereka tidak mencurigaiku, saat hendak kembali ke kenderaan jelajah waktuku, dari kejauhan aku melihat orang memakai pakaian yang aneh, tak seperti orang orang disini, pakaiannya sungguh mencolok, tiba tiba dia mendekati kendaraan jelajahku, sepertinya dia bisa melihatnya, padahal sudah ku atur menjadi mode sembunyi, dia membuka pintu kendaraanku, seketika aku berlari dan mencegahnya masuk, kubawa dia ke tempat sepi lalu kutanya siapa dia, tiba tiba dia mengeluarkan senjata tajam dan ingin menyerangku, melihat perlakuan tersebut aku melakukan perlawanan, tetapi saat aku melakukan perlawanan dia terbunuh oleh senjatanya sendiri, aku bingung setengah mati, aku memikirkan jalan keluar untuk masalah ini, kulihat kanan kiri masih sepi, lalu kulihat mayatnya , tiba tiba aku tersadar dan menangis,
    "Apa yang telah aku lakukan !"
  • 224. Hey, Tunggu !

    Pagi ini aku kesiangan. Padahal sebelum jam 6 aku sudah harus membuka gerbang pintu masuk tol. Ya, aku adalah lulusan SMA yg sekarang menjadi karyawati PT Jasa Marga, tepatnya di bagian loket pintu tol.

    Untuk sampai ke tempat kerja, setiap harinya aku memilih sepeda motor. Karena selain cepat, tak ada kendaraan umum yg melewati tempat kerjaku selain taksi. Namun hari ini aku terpaksa memilih taksi, karena sepeda motorku belum selesai diperbaiki di bengkel.

    Setelah mendapatkan taksi, segera aku merapikan penampilanku sekaligus merias wajahku seadanya. Aku tak sempat mandi, sarapan, bahkan sekedar mencuci muka. Aku begitu takut, karena bila kali ini aku terlambat lagi aku harus bersedia dipecat.

    Setelah selesai merapikan penampilan, tak ada lagi kegiatan yg dapat aku lakukan selain menunggu. Sementara perjalanan masih jauh. Sebentar aku mengecek handphone, melihat lihat instagram. Hoaammm... Tak lama aku tertidur dengan handphone masih di tanganku.

    Sesampainya di jalan tol, taksi berhenti dan menurunkanku. Baru saja taksi itu pergi, aku pun teringat dan menyadari sesuatu. "Hey, tunggu!" teriakku sambil mengejar taksi tersebut.
  • 225. Si Penakut

    "KAKAAAAAKKKKK!!!!"
    Terdengar teriakan dari lantai dua bersamaan dengan gemuruh guntur dan petir yg menyambar-nyambar. Itu suara adikku, Marrie. Saat kuhampiri ke kamarnya, ia sedang mengumpat di balik selimut tebalnya. Begitulah Marrie, tak salah ia dijuluki "Si Penakut" sedari kecil.
    Ia minta diperbolehkan tidur di kamarku.Ia begitu takut tidur sendiri saat listrik padam ditambah dengan cuaca yg buruk. Aku menolaknya, karena bayiku tidur di kamarku. Aku tak mau Arthur terganggu dengan teriakan ketakutan Marrie.
    Bukan sekali ini saja Marrie ketakutan seperti itu. Setiap malam apabila cuaca buruk ia selalu histeris dan tak bisa tidur. Hal ini sungguh sangat menggangguku. Apalagi bila Arthur terbangun dan menangis, rasanya kepalaku mau pecah.
    Baru saja aku memejamkan mata, Marrie mengetok pintu kamarku. Ia minta obat tidur. Kusuruh dia cari di laci meja paling bawah di kamarnya. Dulu itu adalah kamarku memang banyak obat penenang disana, karena dulu aku penderita depresi.
    Kali ini suara petir terdengar lebih keras tanpa diikuti teriakan Marrie. Aku tersenyum lega, karena aku dan Arthur bisa tidur tanpa terganggu lagi.
  • ruby wrote: »
    217. I Love You, My Wife

    Kepalaku masih sakit karena kejadian semalam. Aku tak pernah menyangka, aku melihat istriku berselingkuh di rumahku sendiri, yah meskipun itu sudah sering kulihat sendiri. Tapi, semua bisa diselesaikan dengan baik. Tidurku semalam pun terasa sangat nyenyak, seolah tak ada lagi beban pikiran yang menggangguku lagi. Istriku pun nampaknya bisa tidur dengan tenang. dari wajahnya kulihat tak ada lagi yang dipikirkannya. Sebelum turun dari ranjang, kukecup mesra keningnya, sebagai tanda betapa aku mencintainya. Aku ingin dia hanya jadi milikku, orang lain tak boleh ada yang menyentuhnya apalagi memilikinya. Pagi itu aku harus berkerja, untuk menyegarkan badan aku mandi, aku mengintip sejenak ke bathtub. Sekilas aku melihat tangan dan sebagian dada istriku menyembul dari air. Nampaknya dia sangat menikmati mandi berendamnya. Setelah selesai mandi akupun menyiapkan sarapan, aku menyiapkan sarapan untukku sendiri. Sebelum berangkat aku menyempatkan diri mengecup kening istriku lagi. Dia nampak pulas, sehingga meskipun kucium berapa kalipun dia tidak akan terbangun. Aku pelan-pelan keluar kamar, mengenakan sepatuku dan berjalan mengendap keluar. Tapi nampaknya istriku tetep tertidur pulas, kulihat kakinya dari sela-sela sofa di ruang tamu tetap tak bergerak. I love You My Wife

    Istrinya dimutilasi... Ngeri
  • ruby wrote: »
    206. Layang-layang Terbang

    "Lihatlah bagaimana ia terbang sayang!" panggil seorang ayah kepada anaknya, seraya menunjuk langit di mana terdapat layang-layang yang terbang di atas pantai terpencil ini. "Ayo sayang, coba terbangkan"

    Gadis kecil berdiri di situ malu, takut dan melankolis, ia memandang layang-layang di langit dengan pucat. Layang layang ini mengingatkannya pada ibunya yang hilang. Ibunya dan layang-layang memiliki tato yang sama

    Layang2nya terbuat dari kulit si ibu. Ckckck
  • ruby wrote: »
    53. Liburan di Jerman

    spoiler : yg yg paham bahasa Jerman silakan gunakan google translate, beberapa kosa kata menggunakan bahasa Jerman agar semakin membuat penasaran

    Inggris 2010. Suatu hari ada dua wanita yang bersahabat masing-masing namanya Julie dan Katherine. Kebetulan mereka sedang tidak punya pacar, jadi mereka memutuskan untuk berlibur bersama ke Jerman tepatnya di kota Dresden. Dresden sungguh merupakan kota yang indah, banyak pula wisatawan asing dari luar Eropa bahkan. Pada hari pertama, mereka berdua pergi ke beberapa monumen bersejarah disana seperti Dresden's Altstadt. Untungnya, Julie mampu berbahasa Jerman sehingga tidak sulit bagi mereka berkomunikasi dengan orang disana. Orang Jerman memang kurang menyukai bahasa Inggris.

    Hari menjelang malam dan mereka memutuskan untuk kembali ke hotel melalui area Neustadt. Di perjalanan pulang, terlihat oleh Julie sebuah pemakaman tua. Julie penasaran dan kemudian mengajak Katherine untuk pergi melihatnya sebentar. Katherine sedikit keberatan, namun akhirnya mengiyakan ajakan Julie. Sesampainya di depan pemakaman tua itu terlihat Gerbang yang tertulis: "Alter Judischer Friedhof". Mereka berdua mencoba melalui Gerbang tersebut, lalu berjalan melihat ke sekeliling pemakaman itu. Tempatnya sudah lama tidak terurus. Ketika itu sampailah mereka pada batu nisan yang cukup "unik". Batu nisan itu bertuliskan:

    "Henriette Moosbach verurteilt zum tode durch den strafgericht in 1776 gekopft wegen mord an elf frauen"

    Hari sudah semakin gelap, akhirnya mereka
    memutuskan untuk pulang kembali ke hotel. Tak jauh sekitar 300 Meter dari tempat itu ternyata ada 'Neustadt traditionellen markten' yang buka pada malam hari. Beberapa stall ada yang menjual pakaian, makanan, minuman, dan tentunya 'Bratwurst' yang lezat. Selain itu, ada juga tenda kecil di pojok markten yang letaknya cukup terpencil. Mereka menjadi penasaran karena dekorasinya yang cantik dengan suasana tradisional Jerman. DI luar tenda itu berdiri seorang wanita tua dan di atasnya tenda itu ada papan nama bertuliskan: "Kostenlos psychische messwerte". Julie langsung saja antusias ingin masuk karena ia amat menyukai hal hal yang berbau horoskop, ramalan, dsb. Namun Katherine menolaknya dan hanya ingin menunggu di luar, sehingga Julie pun masuk bersama wanita tua itu. Katherine merasa sepertinya tidak akan lama, oleh karena itu ia berpikir lebih baik mengitari 'markten' ini.

    Aha, Katherine mencium wangi 'Bratwurst' yang begitu lezat lalu ia membelinya. 'Zwiebelbrot' dan 'Kasekuchen' pun menarik perhatiannya dan tanpa pikir panjang langsung dibeli olehnya. Pikirnya mereka akan menikmati makan lezat di hotel. Sekitar 20 menit kemudian Katherine merasa Julie begitu lama, lalu ia melepon Julie namun ponselnya tak aktif. Akhirnya ia memutuskan kembali ke tenda kecil itu. Sesampainya disana ia memanggil Julie, namun tiada jawaban juga. Masuklah Katherine ke tenda dan dilihatnya segumpalan cairan merah seperti kolam merah yang baunya amis. Ahh, ternyata itu darah dan Katherine langsung berlari keluar. Anehnya darah itu semakin banyak mengalir keluar. dan membanjiri kaki Katherine. Dia melihat ke sekelilingya, penjual di stall markten melihat ke arahnya dan tersenyum dingin. Katherine semakin ketakutan dan langsung berlari tanpa peduli dengan barang bawaannya. Ia berlari tak tentu arah dan ingin secepatnya menjauhi markten yang menyeramkan tersebut.

    Setelah lama berlari, Katherine akhirnya kelelahan dan memperlambat langkahnya. Ia merasa sudah cukup aman sekarang dan mngambil nafas sebentar. Namun alangkah terkejutnya ia ketika yang ia lihat dirinya kembali berada di "Alter Judischer Friedhof"..lagi.. Dan ia kembali melihat batu nisan yang "unik" itu lagi: "Henriette Moosbach" Katherine memang tidak mengerti dengan jelas bahasa Jerman namun yang membuat ia semakin merinding ketakutan adalah tulisan:

    "verurteilt zum tode durch den strafgericht in 1776 gekopft wegen mord an zwolf frauen"


    di nisannya tertambah satu angka daril elf ke zwolf dari 11 ke 12 berarti si temannya sudah menambah daftar kematian dari si peramal, dari kalimat verurteilt zum tode durch den strafgericht in 1776 gekopft
    wegen mord an elf frauen menjadi verurteilt zum tode durch den strafgericht in 1776 gekopft
    wegen mord an zwolf frauen
Sign In or Register to comment.