BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di situs Boyzforum yang diarsipkan oleh Queer Indonesia Archive. Forum untuk komunitas gay Indonesia yang populer ini didirikan pada tahun 2003, dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Forum ini diabadikan untuk kepentingan sejarah. Tidak akan ada konten baru di forum ini. Silakan menikmati forum ini sebagai potongan dari sejarah queer Indonesia.

studi kasus : pasangan beda usia

135

Comments

  • Saling menguntung kan aja kak; seng muda dapet karakter yg udah mateng. Seng lebih berumur dapet kulit yg kencang 20-40 xD
  • "Bertingkah" e yg muda dan lebih berumur pun akan beda esekusi #teamusiamembedakankedewasaan
  • Minceu aja kelakuan Masih unyu unyu Barbie Di Kira Masih anak belasan taun..
  • Lebih tua ga berarti lbh dewasa, lbh muda ga berarti lbh manja.
    Pny karir yg sama is a plus, body sama wajah mah sebodo amat. Lha yg pas2an aja bs selingkuh. Hahaha.
  • Aku pernah pacaran ka, dia menyikapi aku dengan sangat dewasa, melarang ini itu dengan alasan yg bijak, bergurau dengan cara yg baik. Umur kita beda cukup jauh, aku awal 20, dia di penghujung 20. Kami berpisah dengan cara yg baik pula. Hingga sekarang kami masih keep contack.
  • Dahi bisa merah benjol gitu, abis ngapain emang lu? | tadi pas turun dr angkot keep contack
  • halrien wrote: »
    inibudi wrote: »
    Kelewat mendominasi itu sama dengan mendominasi secara berlebih kan?
    Semua yang berlebihan itu gak baik.
    Semua

    Tidak dilakukan secara berlebihan pun seperti nya masih tidak baik

    Tergantung konteksnya sih
  • halrien wrote: »
    iuss wrote: »
    tapi yang muda (brondong) banyak juga lho pengen cari yang lebih tua.. Karena pengen diemong, karena merasa dirinya labil atau gimana gitu. Dia butuh seseorang untuk mengendalikannya. Pengen didominasi.. Penen diarahkan ini itu..

    Jadinya dia cari yang dewasa.. Yang kek bapak2 juga bisa..

    Sangat mungkin sih yang seperti ini.

    Tadi nya kenapa gw kasih range umur karena yang mau gw studi pasangan beda usia yang sebenernya sudah bisa berdiri sendiri, bukan yang semacam mas sebut.

    Kasar nya anggap dua dua nya sudah berpenghasilan dan punya karir masing masing, tapi ada jarak usia cukup jauh diantara mereka. Walaupun kelihatan tidak ada gap, tapi harapan dan semangat dalam menjalin hubungan nya mungkin sudah berbeda.

    menurutku (spekulasi) selama tujuannya sama keknya baik2 saja, kadang salah satu pasangan (meski sama2 mandiri dan dewasa) bisa jadi pelupa atau butuh diingatkan secara konstan sama tujuan bukannya belok kanan kiri

    fungsi pasangan dominan jadi untuk mempertegas tujuan yg udh disepakati bersama, biar lebih mantep gitulah

    kalo masalah pihak pendominasi-didominasi, sudut pandangku cenderung jadi :
    pendominasi : maskulin
    didominasi : feminin

    sama kek fungsi suami-istri
    mungkin kesannya heterosentris yak...

    Nah, ini terdengar cukup ideal. Berarti tinggal masalah bagaimana menyatukan tujuan.

    Kalau berdasarkan sudut pandangan @digo_heartfire tentang masalah dominasi, apa salah kalau dihubungkan dengan sterotype Pasaran, top = maskulin bot = feminin selanjutnya nya kalau ditarik premis kurang lebih dominan dalam hubungan = top , didominasi = bot

  • mumura wrote: »
    halrien wrote: »
    Segera di Hapus setelah dirasa cukup.

    Cuma Mau Denger cerita mas mas / adik adik disini berhubung Belum ada Trit dengan bahaha sejenis., apa ada yang pernah punya hubunganan serius dimana jarak usia pasangan kalian katakan terpaut cukup jauh, 5 tahun atau lebih? Baik posisi kalian sebagai si lebih muda atau si lebih tua.

    Kira kira Dengan tingkat kedewasaan dan pola pikir yang Berbeda, kesulitan apa Saja yang dihadapi? Dan bagaimana memecahkannhya.

    Apa yang diharapkan dan membuat kalian kesal Dari pasangan Masing Masing?


    Pernah merasa tidak cukup Pantas dihadapan pasangan? Kalau iya Dari faktor apa? Dan bagaimana menanganinya.

    Oh iya, studi Kasus yang dimaksud disini pasangan jarak usia 20 an atau lebih sampai 30 an atau lebih, yang Masih belasan tidak termasuk.

    - Yang membuat kesal itu Dia kadang suka oneng dan Di bilangin susah karena Dia itu pengennya ketemu Terus, gak perhitungan duit, suka boros, cemburuan gak jelas.. yang paling bikin emosi sih gak mau Di bilangin kalau dia pengen Harus kesampaian

    - itu tadi kita saling melengkapi kekurangan Yang ada pada diri pasangan sbisa mungkin kita cover..kalau dari awal gak nerima apa adanya Jadi merasa kurang.. kalau dari awal udah komit Mau apa aja pantes pantes aja. Misal kita kurang ganteng?? Nyalon cantik ke dokter kulit Jadi mendingan gak jelek jelek amat, kurang kaya?? Kerja cong jangan Mau enaknya aja kita pacaran berdua bukan slaah satu aja.

    @mumura seberapa terganggu waktu dia minta ketemu terus? Pernah kepikiran kalau itu sebenernya sesuatu yang baik, maksud nya mungkin nanti ada waktu nya dia malah cuek.

    Oh iya kesel ga kalau si lebih muda ini ngotot sama pendapatnha? Baik akhirnya ternyata dia salah atau mungkin malah Benar
  • soalnya di semesta ini feminin maskulin itu sudah jadi hukum absolut...

    hukum apa ya namanya...?

    matahari-bulan
    panas-dingin
    hidup-mati
    sehat-sakit

    jadi satu karakteristik yg ada untuk menjelaskan keberadaan karakteristik lain

    jadi kalo dihubungkan dengan pasaran...
    ya emg sebenernya pasaran cuma beda wujud dan kondisi doang,
  • Top sama bot mah, as far as I know, spesifik hanya "role ranjang" aja.
    Top yang nusuk, bottom yang ditusuk.
    Udah titik.

    Mendominasi atau didominasi, menurut gue, gak ada hubungannya sama sekali sih sama role ranjang.

    Kalau ada yang menghubung hubungkan, yaaa itu sih stereotyping atau generalisasi aja, dan gak bisa dianggap sebagai suatu kebenaran
  • Lebes wrote: »
    Aku pernah pacaran ka, dia menyikapi aku dengan sangat dewasa, melarang ini itu dengan alasan yg bijak, bergurau dengan cara yg baik. Umur kita beda cukup jauh, aku awal 20, dia di penghujung 20. Kami berpisah dengan cara yg baik pula. Hingga sekarang kami masih keep contack.

    Menarik, rasanya ikut senang membaca nya.
    Kalaupun akhir nya pisah, seperti nya banyak yang sudah dipelajari.

    Kalau ga keberatan akan sangat membantu kalau bisa ikut mengisi pertanyaan pertanyaan di page pertama @Lebes
  • ya sebenernya bener kata si budi
    top/bot atau role ranjang ga ada hubungannya dgn dominan-pendominasi

    pake istilah apa ya yg cocok selain utk top/bot di konteks ini...

    gw bingung juga krn utk mempermudah penjelasan gw pake stereotyping itu...

    mungkin "pihak yg merasa wanita/didominasi" dan "pihak yg merasa pria/pendominasi"?

    keknya TS paham maksud gw apaan :lol:
  • Ya udah pake fakta yang ada aja.
    Faktanya, top itu yang nusuk.
    Bahasa yang lebih alus, melakukan penetrasi penis ke anus.
    Bottom itu yang ditusuk.
    Bahasa yang lebih alus, yang menerima penetrasi.
    That's it.
    Justru lebih sederhana malah.

    Top dan bottom itu konteksnya hanya dan selalu soal ranjang dan soal siapa yang melakukan dan menerima penetrasi.
    Titik

  • inibudi wrote: »
    Top sama bot mah, as far as I know, spesifik hanya "role ranjang" aja.
    Top yang nusuk, bottom yang ditusuk.
    Udah titik.

    Mendominasi atau didominasi, menurut gue, gak ada hubungannya sama sekali sih sama role ranjang.

    Kalau ada yang menghubung hubungkan, yaaa itu sih stereotyping atau generalisasi aja, dan gak bisa dianggap sebagai suatu kebenaran

    Generalisasi, tepat.

    Tadinya ga mau bahas role toh bukan itu yang di studi. Cuma tertarik dengan premis yang mungkin ditarik lebih jauh lagi. tua = dominan = top, muda = didominasi = bot. (Lagi lagi generalisasi)

    Menarik ketika dua orang beda usia dengan role sama. Bagaimana menyikapi nya, bukan masalah sex aja, tapi dalam hubungan. Ketika dua dua nya awalnya biasa menjadi dominan atau sebaliknya. Apa akan mengalah dan belajar demi satu sama lainnya?

    Ketika yang muda biasa jadi dominan harus belajar nurut dan nurunin ego

    Atau si tua yang biasa apa adanya malah harus mulai belajar membimbing.

    Atau malah biarkan semua jalan apa adanya, dengan semua baik buruk nya.

    @inibudi
Sign In or Register to comment.