BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di situs Boyzforum yang diarsipkan oleh Queer Indonesia Archive. Forum untuk komunitas gay Indonesia yang populer ini didirikan pada tahun 2003, dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Forum ini diabadikan untuk kepentingan sejarah. Tidak akan ada konten baru di forum ini. Silakan menikmati forum ini sebagai potongan dari sejarah queer Indonesia.

ExThology - Sepenggal Kisah Masa Lalu -

Hampir setiap pasangan memiliki kisah indah mereka masing-masing. Beberapa mungkin masih bertahan hingga saat nanti, beberapa lainnya berakhir menjadi sebuah kenangan. Terkadang kisah indah itu tetap menjadi kenangan yang indah, tidak berubah sekalipun keadaan tidak lagi sama, tidak lagi seindah dulu. Namun terkadang pula kisah indah itu menjadi sebuah kisah yang begitu inginnya kita lupakan bila kita melihatnya dengan sudut pandang dan kondisi yang berbeda.

Apa yang akan terjadi pada sebuah hubungan tidak akan pernah bisa kita ketahui. Semua bisa berubah. Namun satu yang pasti dan akan tetap sama. Kenangan indah tetap ada, apapun kenyataannya, betapapun keadaannya tak lagi sama, sepenggal kisah masa lalu akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup kita, sampai kapanpun.

Tergantung diri kita, akankan mengenangnya dengan sebuah senyuman, atau menanggungnya dengan penuh kesedihan.

Dalam thread exthology kali ini saya akan berusaha menyajikan beberapa / kumpulan karangan kisah berlatar belakang tentang mantan baik berbalut kisah lgbt maupun heterosex. Selamat menikmati ya. Mohon maaf apabila banyak kekurangan.

Comments

  • 1. Sound of Goodbye


    “....suara kamu bagus...” aku tertegun dan menghentikan petikan gitarku. Kupalingkan mukaku menuju datangnya suara yang mengagetkanku.

    Kami berdua berdiri di pojokan sana. Aku yang memegang gitar akustik tua peninggalan kakakku, tertegun melihat gadis sebayaku tersenyum di depanku.

    “...oh...eh...” aku merasa kikuk. “....umm...makasih” jawabku sambil tersenyum.

    Itulah pertemuan pertama kami delapan tahun yang lalu. Awal dari kedekatanku dengannya. Di sudut kafe kecil di pinggir jalan tempat aku biasa menjual suara dan petikan gitar agar aku bisa membiayai kuliahku.

    “Aku Ratih.....aku baru denger kamu nyanyi di sini, dan aku ngefans sama kamu.” Kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya.
    “Dio...” jawabku sambil menjabat tangannya.

    Aku menyukainya. Ratih gadis yang sangat menyenangkan. Sikapnya begitu polos dan apa adanya. Enerjik. Dan sejak saat itu dia sering datang untuk melihatku menjual suara amatirku di kafe itu. Kadang ia datang bersama teman-temannya, namun tak jarang pula dia datang sendiri khusus hanya untuk mendengarkan suaraku.

    Hubungan kami makin dekat. Tanpa sadar aku makin terikat dengan pembawaannya yang ceria. Seiring waktu berjalan kami menjadi sepasang kekasih.

    Saat itu aku tengah berjuang mempertahankan bangku kuliahku yang tiap hari makin terancam. Ketika pagi hingga sore aku berkutat dengan kesibukan kuliahku, pada malam harinya aku harus berjuang menghidupi sisi finansialku dan juga keluargaku. Keluarga? Ah yah...mungkin lebih tepat menghidupi aku dan ibuku, karena hanya ibuku keluarga satu-satunya yang kumiliki.

    Dulu kami pernah menjadi keluarga sederhana yang bahagia, tapi sejak ayahku meninggal beberapa tahun yang lalu, aku dan kakakku mulai berbagi waktu membantu ibuku mencari sedikit penghasilan sejak bangku sekolah untuk membantu ibuku yang kurasa sudah sangat susah payah berjuang mempertahankan kehidupan kami. Beruntung kami masih memiliki rumah sederhana yang cukup untuk menjadi tempat kami beristirahat dan menghabiskan waktu bersama.

    Namun kondisi itu tidak bertahan lama. Keadaan menjadi semakin berat ketika kakakku meninggal karena kecelakaan saat pulang dari tempat kerjanya. Praktis finansial keluargaku makin terpuruk karena ibuku harus menanggung seluruh bebannya, sedangkan aku yang baru masuk SMA tidak dapat membantu banyak.

    Namun perlahan kami dapat melalui semua itu. Aku beruntung ibuku di tengah keterbatasannya masih sanggup untuk mendorong dan memberikan kebebasan padaku untuk melakukan hal-hal yang benar-benar kusukai. Dan sudah sejak lama aku jatuh cinta pada musik. Melalui musik ini pulalah, berbekal gitar tua kakakku, aku berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain menjajakan suara dan musikku, berawal dari pengamen jalanan hingga akhirnya beruntung mendapatkan tawaran untuk mengisi hiburan di kafe kecil milik kenalanku. Tidak buruk untuk anak muda kepepet seperti diriku.

    Sedangkan Ratih? Aku sadar hidup kami berdua seperti bumi dan langit. Ratih berasal dari keluarga yang berkecukupan. Namun hal tersebut tidak pernah menjadi masalah bagi kami. Tanpa sadar aku telah menceritakan semua tentang diriku kepadanya saat kami perlahan menjalani hubungan ini. Dan hebatnya.....Ratih tetap menjadi penggemar setia yang selalu memberikan semangat kepadaku apapun kondisi yang aku hadapi.

    Hubungan kami terjalin makin erat, berkembang tidak hanya menjadi bagian kisah kami berdua saja, tapi telah menyentuh kehidupan lain di sekitar kami. Teman, keluarga, orang tua. Mereka telah menjadi bagian dalam hubungan kami.

    ***
  • Berlanjut ke segmen berikutnya masih dr cerita pertama
  • masih berkaitan ye
  • menarik ... dilanjut ...
Sign In or Register to comment.