BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di situs Boyzforum yang diarsipkan oleh Queer Indonesia Archive. Forum untuk komunitas gay Indonesia yang populer ini didirikan pada tahun 2003, dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Forum ini diabadikan untuk kepentingan sejarah. Tidak akan ada konten baru di forum ini. Silakan menikmati forum ini sebagai potongan dari sejarah queer Indonesia.

separuh

Jangan minta apdet cepet cepet.. Ini nulis nya ngikutin mood doang

Bau keringat menyeruak ketika kaki kakiku menaiki bis siang ini, cuaca panas serasa menggodok darah dan menggoda emosiku untuk tumpah. Lagi lagi ku tinggalkan tanah kelahiran dengan perasaan melankolis begini. Suara suara A Rocket To The Moon dengan akustiknya ,menyeruak di headset. Memaparkan wajahku pada sinar matahari yang menantang manusia, yang dengan angkuhnya tinggi di langit menghujam kan radiasi panas. Sengaja ingin ku usir memori memori masa lalu, seperti bijaknya kata bapak "semua pilihan ada resikonya",tutur kata bass yang selalu mengingatkanku agar bijaksana saat aku menangis di pangkuan ibu.

Orangtuaku pasti sedang menggendong cucu pertamanya itu, cucu yang lucu yang aku yakin akan mewarisi sifat baik ibunya, seperti ibunya mewarisinya dari ibuku. Senyum bangga bapak dengan kumis lucu menggelitik perut si bayi, senyum tangis ibu yang sudah lama ingin hadirnya cucu. Lalu tawa Susan, adikku yang baik hati. Yang selalu mendukung apapun pilihanku, yang berdiri paling depan saat bapak hampir memukulku dengan ganggang sapu. Karena mengecewakan keluarga, karena anaknya malah keluar dari pendidikan yang selalu di bicarakan mereka, karena anak lelakinya lebih memilih mencintai laki laki dari pada perempuan, karena anak nya tidak bisa jadi PNS meneruskan adat keluarga bapak. Adikku yang tanpa lelah membujuk bapak dan ibu untuk memaafkanku yang menguras tabungan pendidikan untuk membuat usaha beresiko, adikku yang senyumnya selalu jadi nasihat, bahwa saat yang lain berpaling. Dia ada disana, di belakangku untuk mensupport, di sampingku untuk menggandeng tangan maju kedepan, di depanku untuk jadi tameng atas hujatan orang lain. Aku mencintainya, memberikan semua yang ku bisa jika tiba tiba jam 2 pagi menderingkan handphone hanya untuk curhat. Mensupport pernikahannya dengan anggota TNI seperti impian bapak, berlari hingga ujung pulau untuk menemaninya tiduran di jembatan Suramadu saat dia hamil. Wanita kuat seperti ibu yang tidak kehabisan kasih sayang untuk keluarga.

Aku tak ingin di temani saat pergi kali ini, hatiku masih perih saat Bayu datang ke rumah sakit dengan istri dan anak perempuannya yang berumur 5 tahun. Laki laki yang selama dua tahun membuatku semangat, laki laki yang pernah membuatku tunduk memerah di sampingnya, laki laki pertama pemilik hatiku, laki laki yang mencuri ciuman pertama, yang pernah berjanji bahwa rasa cinta mampu mengalahkan segalanya, laki laki yang selalu bilang "gue straight,, straight selurus tiang bendera" saat aku jatuh dipelukannya. Dan 5 tahun lalu meremukan hatiku saat dia bilang akan menikah dan melupakan semuanya. Membawa memori dan setengah potongan hatiku , membuatku secara brutal keluar dari pendidikan, marah pada hidup, dan secara berani mampu berbicara pada bapak, ada apa dengan anaknya ini. Dan untuk pertama kalinya aku melihat ibu menangis saat aku menangis di pangkuannya, tak ada lagi tawa bercanda yang dulu saat balita mampu menenangkanku, tak ada lagi tepukan untuk bangun dan berlari , bahwa semuanya baik baik saja. Ibu mengelus punggungku, menangisi nasib anaknya, ikut bersimpati, berbagi perihku, sama sama menjerit atas perihnya dunia. Dia tak lagi mengajak bangun dan berlari, tapi duduk dan berpikir. Bahwa anak lelakinya kini harus kuat karena memilih jalannya sendiri, bahwa ibunya masih mau berbagi hati dan jiwannya walau telah terluka oleh kenyataan anak lelakinya.

Sebuah ransel besar penuh berisi tiba tiba mengisi kekosongan bangku di sebelahku, di susul pemuda yang kelihatan kepanasan. Aku yang tak ingin lagi mengulang memori pahit , tersadar dan beringsut bergeser untuk memberi ruang lega pada teman seperjalanan itu. aku bukan orang yang bisa basa basi dengan orang asing, headset ini cukup sebagai pertanda bahwa aku ingin sendiri, aku dalam duniaku sendiri.

4 jam dalam pengapnya udara, udara dingin AC bis di atas kepala tak mampu membuat kadar oksigen bertambah, keringan mulai membuat badan lengket. Baju baju mulai risih di kulit, niat ingin tidur dalam perj
Tagged:

Comments


  • 4 jam dalam pengapnya udara, udara dingin AC bis di atas kepala tak mampu membuat kadar oksigen bertambah, keringan mulai membuat badan lengket. Baju baju mulai risih di kulit, niat ingin tidur dalam perjalanan pun pupus sudah.

    "tisuue!!..mas tissue!!" tangan asing mencengkeram lenganku, pemuda di sebelahku terlihat panik, tangan kirinya sedang menutupi hidung. Cairan merah keluar dari sela sela jarinya

    Mati aku!! Wah jangan jangan ini anak mau mati, gawat, kalo mati disebelahku pasti aku bakal masuk daftar interogasi. Apalagi sekrang jaman racun racunan, pasti bisa di tuduh terdakwa. Bapak bakal di panggil sebagain wali, tambah parah!!

    Belum lagi film film penyakit zombie yang selalu di tonton Susan , menularnya lewat virus dari darah korban gini. Gimana kalo ini salah satu korban wabah zombie, duh ini kiamat !!

    Aku makin beringsut menjauh dari bangku sebelah, menjauh dari jangkauan tangan pemuda ini

    "tisue ,,,, tissuee!!" teriaknya. Setengah penghuni bis juga ikutan panik, banyak dari penumpang yang akhirnya milih mundur ke bangku belakang. Pemuda itu makin panik sambil mengusap usapkan darah pada jaketnya. Ahh aku ingat punya tissue wajah di tas ku. Kurogoh bungkusan tissue kecil yang kupersiapkan untuk mengelap keringat itu. kulemparkan pada pemuda yang dengan tatapan terimakasihnya membabi buta menarik tissue banyak banyak lalu menyumbatkannya di salah satu lubang hidung.

    "ehh maaf maaf , gue cuman mimisan, biasa kalo udara panas mah gini"

    Huuuuuuuuuuuu.... menggema dari seisi penumpang. Kembali ke bangkunya masing masing sambil memandang aneh pada pemuda disebelahku.

    "makasih ya,, duhh" dia menyodorkan kembali tissue yang sekarang berisi setangannya saja, kotor berbecak darah

    "Buat lo aja , siapa tau butuh lagi"

    "maaf ya mas,, hee bikin kaget, sekali lagi maaf ya" dia nyengir, senyumnya manis berkat lesung pipi dengan pipi menggembung yang cocok sekali dengan wajahnya

    "ohh maaf, boleh nanya gak tapi jangan tersinggung" pikirannku masih beruputar pada penyakit mematikan dari otak, sekali lagi referensiku film film milik Susan yang harusnya ku lupakan.

    Menurut pemuda bersenyum manis yang bernama Syarief ini, ini bukan penyakit parah, katanya selaput otak atau apalah yang ada di hidungnya tipis, jadi saat darah mengalir terlalu cepat, entah karena udara panas atau olahraga berat. Selaput itu robek.

    Syarief ini baru lulus dan melamar pekerjaan di salah satu hotel yang secara kebetulan dekat dengan rumah makan milikku. Aku yang tak tahu tatanan manajemen hotel tak terlalu banyak bertanya . dia malah yang antusias menjelaskan keinginannya ke kota besar, impiannya akan kesuksesan, dan segala mimpi mimpi yang dulu pernah kupunya. Pemuda dengan semangat yang pernah kulihat dimataku sebelum meredup. Yah.. ada untungnya punya teman seperjalanan yang hampir satu tujuan pula. Bisa sejenak melupakan bahwa aku datang ke kota lagi dengan luka sobekan hati yang selama 5 tahun belum sembuh.

    " ini kamu lurus aja, ntar ada lampu merah belok kiri , gedungnya keliatan kok" aku memberikan salam perpisahan. Menjabat tangannya , memberikan senyum persahabatan hangat pada teman baru. Pada akhirnya aku berpisah dengannya, bersamaan dengan menggelapnya halte bus yang hanya di terangi satu lampu neon. Berjalan kearah tujuan masing masing.


    Sementara satu part dulu

  • menarik ceritanya ... dilanjut ...
  • Bagus. Masih awal ya jadi nggak tau mau dibawa kemana ini jalan ceritanya.

    Nggak akan maksa cepet update. Tapi kalo diupdate cepet ya syukur :D
  • @lulu_75 : setia amet bang hampir ada di setiap story
  • emang di sini sukanya ...^^ baca cerita @didot_adidot ...
  • Menarik. Baru selangkah awal :v
Sign In or Register to comment.