Bekerja itu beda dengan di sekolah. Kalau di sekolah segala sesuatu dijadwal dan kita harus siap dihukum ketika tidak sesuai jadwal, di tempat kerja kita diberi kebebasan lebih luas.
Atau mungkin juga itu cuman di tempat kerjaku ya, karena dengar-dengar di tempat kerja lain sistemnya juga ketat bahkan ada yang lebih ketat dari disiplin sekolah.
Yang menjadi masalahku, aku sering merasa tidak enak kalau teman kantor atau tenaga lapangan 'menderita' akibat ulahku. Misalnya begini:
Bulan Maret ini kan waktunya lapor SPT Orang Pribadi (SPT OP). Karena pegawai jumlahnya banyak, aku disuruh input bukti potong yang seharusnya dibagikan pada bulan Januari lalu.
Tetapi karena aku juga punya kesibukan lain sesuai tugas utamaku, input bukti potong itu belum kelar juga sampai sekarang.
Kemudian banyak pegawai yang marah-marah, karena mau lapor SPT OP tidak bisa. Harus bawa print out bukti potong katanya.
Aku jadi engga enak apalagi katanya kalau Maret ini telat lapor, mereka akan kena denda.
Karena aku merasa sebagai penyebabnya, kubilang nanti yang denda diganti pakai potongan gajiku saja. Ya maklum kan soalnya aku merasa sangat bersalah.
Ternyata teman-teman malah ngetawain. Kata mereka, aku kerjanya baper amat. Jadi bukannya niatku disambut baik malah menurut mereka itu lebay.
Masalah SPT OP tidak terlalu menjadi pikiran karena sebagian besar temanku memang tidaj pernah lapor pajak sejak dulu-dulu. Tetapi aku jadi berpikir begini:
1. Apa betul aku orangnya baper ya
2. Apa ada hubungannya baperku dengan ke-gay-anku. Kelihatannya kalau temsn yanh straight/manly engga mudah baper meski salah besar/dimarahi boss habis-habisan, tetap selow
3. Bagaimana sih caranya biar engga mudah baper.
Mungkin begini masalahku maaf ya kalau jadi nyampah.
Semoga ada rekan yang bersedia sharing baik itu saran atau pengalaman atau apa saja.
Terima kasih.
Rozan Fikry
Comments
Lah orang ngerasa nggak enakkan dan punya niat baik untuk bertanggung jawab atas kesalahannya mungkin malah di bilang baper. Jaman sekarang ya, duh gue juga gitu sih.
Ini kak tsnya lagi modusin akuh ya~
Kamu suka ragu/bimbang ga kalau mau mutusin sesuatu, yang bimbangnya itu karena mikirin orang lain bukan semata kepentingan kita sendiri?
Kalau aku sering berpikir begitu. Kadang sampai merasa lebih baik mundur dari suatu amanah (amanah kerja berarti juga fasilitas dan tambahan penghasilan), takut ada orang yang dirugikan kalau aku megang amanah itu
Eh tapi andi mana sempet ya nerima curhat. Pasti udah sibuk di forum ini dan forum lainnya
Waktu ku luang kok~
Tapi aku ternyata mengambil hati.
Berarti aku baper
Duh mbulet.