BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di situs Boyzforum yang diarsipkan oleh Queer Indonesia Archive. Forum untuk komunitas gay Indonesia yang populer ini didirikan pada tahun 2003, dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Forum ini diabadikan untuk kepentingan sejarah. Tidak akan ada konten baru di forum ini. Silakan menikmati forum ini sebagai potongan dari sejarah queer Indonesia.

Divine

‘Drrrtt…Drrrtt…!’
HP itu telah beberapa kali bergetar, namun
si empunya masih saja enjoy berpose di
depan kamera DSLR dengan gaunnya yang
terlihat sedikit ribet. Tak lama, datang
seorang pria yang kemudian mengambil HP
model itu. Tepat saat model itu selesai
dengan sesi pemotretannya, dia disodori HP
oleh laki-laki yang baru datang.
“Baru datang kah Fer?” Tanya model itu.
Laki-laki itu mengangguk.
“Jadi bagaimana hasilnya?” Laki-laki itu
tampak menghela napas sejenak.
“Ternyata agak susah meyakinkan orang-
orang tua itu. Tanpa kau disana, mereka jadi
agak sengak dan sokk!” Sungut laki-laki
yang dipanggil Fer itu. Well, namanya Ferry.
“Hahahaa…” Model itu tertawa besar.
“Well, ternyata wajah mengintimidasimu itu
sangat berguna disana Fif.” Afif tersenyum.
Ya, namanya Afif, lengkapnya Afif
Sastrowardojo. Seorang model androgini
yang sedang naik daun dan juga seorang
pengusaha property dan resorts. Masih
muda, 22 tahun usianya.
“Aku lihat tadi ada missed call dari kakak
mu,” Ujar Ferry.
Ferry sendiri adalah sekretaris pribadi Afif.
Dulu Ferry adalah kakak tingkat Afif di
bangku kuliah. Mereka berdua berteman
baik, Ferry yang menjadi sekretaris pribadi
Afif sangatlah hapal dan paham bagaimana
Afif itu. Luar dalam, dia sangatlah tahu Afif
bagaimana sifat dan sikapnya secara pribadi
juga sosial. Ferry tahu seberapa suksesnya
Afif, betapa terkenalnya dan bahkan ia tahu
seberapa kayanya Afif itu. Salah satu
pewaris dari Sastros group, salah satu
keluarga konglomerat di dunia.
Afif tampak menelpon seseorang, hingga
beberapa lamanya.
“Halo Mas, kenapa?” Tanyanya pada
seseorang di ujung telpon, kakaknya.
“(……)”
“Astaga, iya aku lupa. Besok kan?”
“(……)”
“Aku juga tidak tahu, aku akan lihat
jadwalku dulu.”
“(……)”
“Baiklah, kita lihat saja nanti. Iya, bye!!” Afif
melihat pada Ferry.
“Jadi, apa agendaku untuk besok Fer?”
Tanya pemuda yang memiliki rambut
sebahu itu.
“Tidak ada. Seminggu yang lalu kau sudah
memintaku untuk mengosongkan jadwalmu
untuk besok. Kau dan teman-temanmu di
The Socialist di undang untuk menghadiri
acara di UWM kan?” Afif mengangguk dan
bernafas lega.
Ia merasa sangat beruntung memiliki
sekretaris yang begitu tanggap dan tangkas
seperti Ferry. Ia yang gampang lupa akan
sesuatu merasa sangat terbantu dengan
adanya Ferry.
“Well, bukankah aku harus check-up? Aku
tidak mau Irma ngomel kalau aku telat.” Ujar
Afif pada dirinya sendiri. Dan hendak
beranjak untuk ganti baju.
“Fif!” Panggil Ferry sambil menahan tawa.
“What?”
“Tidakkah kau ingin berkencan dulu
bersamaku dengan mengenakan gaun itu?”
Goda Ferry.
“Shut up! G kurang ajar kau Fer!” Ferry
tertawa bekakakan!
“Hey! Yang G kan kau, kapan lagi kau bisa
kencan dengan laki-laki tampan sepertiku?
Haha!” Ferry masih betah menggodanya.
“Diam, atau ku sumpal mulutmu dengan
heels ku.” Afif beranjak ke kamar ganti. Dia
masih sempat mendengar ledakan tawa
Ferry.

Comments

Sign In or Register to comment.