It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!
Copyright 2021 Queer Indonesia Archive. See our Privacy Policy. Contact us at [email protected]
Dengan menggunakan situs ini berarti Anda setuju dengan Aturan Pakai.
BoyzForum.com adalah situs anti pedofilia!
Comments
"Halo, ini ali ya?", sapanya dengan suara yang agak berat namun terdengar sexy.
"iya, ini siapa ya?", jawabku singkat.
"ini aku jay, dua hari yang lalu kita tukeran nomor hp", jelasnya.
"ho0, kamu... ada apa ya?", jawabku gugup dengan muka memerah seraya membayangkan profile picture jay yang bak model itu.
"besok siang aku mau ke rawamangun, ada urusan disana, mungkin kalo kamu ada waktu kita bisa ketemu".
"b b boleh, kita ketemu dimana?", jawabku tanpa pikir panjang sambil terbata-bata.
"gimana kalo kita ketemu di mall arion ajah, sekitar jam 1 ya".
"ok, sampe besok ya".
"iya, sampe ketemu besok ya ali", seraya menutup telpon.
Sesaat setelah obrolan itu, malam yang tadinya mendung kelabu seakan berubah menjadi hari yang sangat cerah merona.
"aduh... besok gw pake baju apa ya buat ketemu dia... ya kali ajah nanti dia bisa kecantol sama gw", ucapku dalam hati sambil berdiri didepan cermin.
Dengan perasaan berbunga-bunga, akupun berjalan memasuki kamar dan lekas membaringkan tubuhku diranjang seraya menerawang apa yang akan terjadi besok siang sambil sesekali tercetak senyum dimukaku yang sudah memerah sedari tadi.
***
~tinut tinut tinut, dering handphoneku membangunkanku di pagi itu, namun setelah kulihat, ternyata jay yang menelponku, dengan sigap segera ku jawab panggilan darinya.
"Halo ali, udah bangun kamu?", sapanya membuka percakapan.
"Aduuuuhh, pagi-pagi udah denger suara sexy ini lagi", ucapku dalam hati sambil kegirangan.
"iya ni, aku baru ajah bangun... hehehe", jawabku salah tingkah.
"bagus, jangan lupa sarapan ya, aku tunggu nanti siang".
"iya, kamu juga ya".
"ok ali, sampe ketemu nanti ya",ujarnya seraya menutup obrolan pagi itu.
Segera ku beranjak dari ranjang lalu menuju kamar mandi setelah itu ku buka lemari pakaian untuk memilih baju yang akan kupakai hari itu. berkali-kali aku melihat diriku sendiri didepan kaca untuk memastikan hari itu aku terlihat sedap untuk dipandang. setelah kurasa cukup, segera aku berangkat menuju tempat janjian yang sudah ditentukan. Sesampainya disana, aku tidak melihat sosok tampan yang kukenal lewat facebook itu, lalu segera aku kirim pesan singkat untuk menanyakan keberadaannya.
"kamu udah sampe?", tanyaku.
Lima menit kemudian dia menjawab.
"iya, sebentar ya, aku parkir dulu" jawabnya.
Sepuluh menit aku menunggu, akhirnya handphone ku bergetar tanda ada pesan masuk.
"Ali, aku udah sampe didepan toko buku ni, kamu kesini deh.. aku pake jaket jeans", jelasnya.
"ok, aku kesana ya". jawabku singkat.
Akhirnya, dengan perasaan berdebar-debar akupun mendatangi tempat yang dia sebutkan tadi tapi disana ada dua pria yang memakai jaket jeans dan keduanya tampan.
"dia yang kanan atau yang kiri ya...?", tanyaku dalam hati sambil kegirangan.
Karena tidak mau menebak, akupun segera mengirimkannya pesan singkat lagi.
"Aku udah sampe ni, kamu disebelah mana?", tanyaku.
sepuluh menit tanpa jawaban, ku perhatihan satu persatu pria-pria tampan yang ada didepanku pun pergi dari hadapanku.
"Kok, mereka pada pergi, dia ga mau temuin gw apa gimana sih?", umpatku gelisah.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak belakangku seraya bertanya.
"Kamu ali ya?", tanyanya.
"iya, kamu jay?", tanyaku seraya memperhatikan wajahnya sambil menyamakannya dengan photo profile di facebooknya yang pernah aku lihat.
"iya, aku jay, kita kesana yuk li, duduk-duduk sambil ngobrol", ajaknya.
"ok", jawabku singkat.
Entah mengapa aku merasa tertipu, perasaanku yang tadinya berbunga-bunga kini seakan berubah drastis menjadi musim kemarau yang kering tanpa bunga sama sekali setelah bertemu dengannya. Sekitar 15 menit kami berbincang-bincang, akhirnya dia meminta izin untuk pulang.
"Ali, aku ada urusan lagi ni, lain kali kita ketemu lagi ya", ucapnya.
"iya", jawabku singkat.
"Btw, kamu sama poto di fb kamu ga beda jauh ya... sama-sama luchu", gombalnya sambil senyum-senyum.
"masa sih? makasih lho...", jawabku sekenanya.
"Kalo aku gimana?', tanyanya.
"hmmm... kamu kayanya jago banget ya edit photonya, sampe pangling aku liatnya", jawabku sedikit sinis.
"heheh, iya itu sebenernya bukan photo aku, itu photo temen aku yang model", jawabnya tanpa rasa bersalah.
Tanpa kata-kata akupun segera pergi meninggalkan dia untuk pulang.
"Sumpah deh, berkhayal pingin ketemu christian sugiono malah asisten rumah tangganya yang gw temuin... ketipu banget deh gw", umpatku dalam hati....