BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di situs Boyzforum yang diarsipkan oleh Queer Indonesia Archive. Forum untuk komunitas gay Indonesia yang populer ini didirikan pada tahun 2003, dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Forum ini diabadikan untuk kepentingan sejarah. Tidak akan ada konten baru di forum ini. Silakan menikmati forum ini sebagai potongan dari sejarah queer Indonesia.

These Memories.. (Short Stories) ; Kali Ke(empat)dua (Page 5)

1235»

Comments

  • d_cetya wrote: »
    ceritanya bagus semua, tapi aku lebih suka yg bayi kita :D yg ini kliatannya jga bagus,,
    di tunggu lanjutan n mentionannya
    Awwww.. Makasih yaa..
    Hehehe kebanyakan suka bayi kita sih.. :D
    Okd


    Btw, thanks berat ya udah mau baca..
    Gbu.. ;)
  • cerita nya lanjutin ya. :D ditungguuu.

    Oke dehhh.. ;) (y)

    Btw, thanks berat ya udah mau baca..
    Gbu.. ;)
  • keeeereeen.....
  • mentionnya di tunggu yaa..
  • mudah-mudahan ceritanya happy ending ... lanjut @chandisch
  • Lebih suka cerita yg pertama...
  • edited February 2015
    #30HariMenulisSuratCinta
    #Day 1

    Teruntuk seorang lelaki yang pernah datang, dan tak pernah pergi..

    Sudah 4 tahun sejak terakhir kali mataku memandang matamu. Sudah 4 tahun berlalu sejak suara tawamu yang indah terakhir kudengar. Sudah 4 tahun berlalu sejak rambutmu yang tak pernah berantakan itu terakhir kulihat. Kuharap kau baik-baik saja.
    Aku seringkali mendapati mataku menatap barang-barang peninggalanmu sejak kita masih berada di sekolah dasar dulu. Saat-saat ketika mentari belum terasa begitu membakar kulit-kulit kelelahan kita. Saat-saat ketika jatuh dan melukai lututmu adalah hal paling menyakitkan yang kau kira akan pernah kau alami. Dan saat-saat dimana “Sampai bertemu besok!” adalah janji paling indah yang pernah kau dengungkan padaku.
    Terdengar ironis memang bahwa aku mengenang hal-hal yang terlalu picik untuk dianggap sebagai cinta. Tapi, hey! Bukankah cinta itu melibatkan hal-hal yang indah? Jika memang begitu, maka kenangan-kenangan itu adalah cinta, setidaknya bagiku.
    Terkadang, aku masih saja menoleh ke arah lorong rumahmu ketika aku pulang dari kampus. Berharap dengan bodohnya bahwa aku akan mendapati senyuman kocakmu, atau suara? Suara teriakanmu yang entah bisa bermakna baik atau buruk, yah apapun itu, selama aku masih bisa mendengarmu. Dan memilikimu.
    Ah, hidup memang tak pernah baik bagiku. Memilikimu terdengar sangat absurd. Kita bahkan hanya dua orang anak manusia yang tahu bahwa disini, di tempat ini, menginginkan hal-hal yang lebih tidaklah lebih baik daripada kehilangan. Menyedihkan ketika cinta harus dikekang.
    Aku tahu aku tak bisa lagi memandang wajahmu, memegang tanganmu atau bahkan hanya untuk menikmati bisikanmu. Tapi aku tahu, kau tak pernah pergi dariku. Tak sedetikpun kau meninggalkanku. Kau selalu ada, entah dalam bentuk angin yang membelai halus pipiku, atau tetes hujan yang menari di kulitku.

    Ah, kenangan-kenangan itu tetap hidup dalam benakku, menari dalam lubuk hatiku, dan bernyanyi dalam setiap helaan nafasku.
    Walaupun kau membeku dalam waktu, kau tetap pria 17 tahun terhebatku.

    CCS
  • It's good to be back #exhale
  • semangat
  • wow cerita-ceritanya keren bgt apalagi yang bayi kita betapa manisnya cerita itu, lalu yang nokia, itu seperti aku nokia yang berharap setidaknya android hehe sorry ngawur , di tunggu next ceritanya
  • edited February 2015
    Suka ceritanya. <3 lanjut ^^
  • Kali Ke(empat)dua


    Kali ini akan menjadi kali ke-empat jika aku menjawab "Ya".

    Tiba-tiba saja kali ini sudah menjadi kali ke-empat. Aku menjawab ya.



    16 Maret 2013, hanya 6 bulan, berakhir dengan surat. Dia yang memulai, aku yang menyelesaikannya.

    04 Juni 2015, hanya 12 hari, berakhir dengan Whatsapp. Dia yang memulai, dia yang mengakhirinya.

    17 Juni, 2015, hanya 7 bulan, berakhir dengan Line. Dia yang memulai, dia yang menyerah.



    Kali ini, 06 Juli 2016, aku berharap akan bertahan sedikit lama. Aku berharap semoga waktu tak, atau setidaknya belum, mengikis semua cintaku kepadanya, yang tetap ada, tak perduli seberapa parah dia menghancurkan hatiku, yang entah bagaimana, akan selalu kuletakkan di dalam genggaman tangannya.

    Tapi kali ini, kali ke empat, kali ini berbeda.

    Aku selalu berusaha bertahan, tapi tidak kali ini, aku rasa aku sudah hilang rasa, hati ini telah kehilangan kemampuannya untuk bergetar setiap kali wajahmu muncul di layar smartphoneku. Otot wajahku sudah tidak selentur dulu untuk tersenyum ketika kudengar namamu.

    Dulu setiap kali kita memulai lagi, aku selalu mati rasa sementara terhadap lelaki lain karena hanya rautmu yang terpatri dalam relungku. Tapi kali ke-empat semua berubah. Dia tetap ada, sementara kau hanya kembali. Dulu aku selalu menunggu kau kembali. Dulu aku selalu percaya yang datang kembali. Kini aku rasa aku beradaptasi. Aku tidak berubah, aku hanya tumbuh dewasa. Aku tidak bisa tetap menunggu yang telah pergi. Harusnya kalau kau cinta kau tak pernah pergi.



    6 Juli 2016, hanya 10 hari, berakhir dengan cerita. Dia yang memulai, kali ini aku yang pergi.
  • putus nyambung ...?
  • bagus ganteng
  • > @lulu_75 menulis:
    > putus nyambung ...?

    Yes huhu ?
Sign In or Register to comment.