BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di situs Boyzforum yang diarsipkan oleh Queer Indonesia Archive. Forum untuk komunitas gay Indonesia yang populer ini didirikan pada tahun 2003, dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Forum ini diabadikan untuk kepentingan sejarah. Tidak akan ada konten baru di forum ini. Silakan menikmati forum ini sebagai potongan dari sejarah queer Indonesia.

Piece of Unfinished Melody

2456788

Comments

  • mensen. sip.
  • upppppp................ :D
  • edited April 2013
    Marco's View

    ''Aku mau anak itu jadi anggota gank kita...."
    Aku langsung mengernyit memandang ke arah Benny, yang dengan santai menunjuk ke arah seorang murid laki laki yang sedang membeli snack di salah satu warung kantin.
    "Anak itu? Kamu ga salah Ben?"
    Gege mengerutkan matanya melihat anak lelaki yang sekarang merapikan masker mulutnya dan bertolak pergi dari kantin.
    "Yeah, yang itu, siapa namanya?"
    Benny dengan santainya menunjukkan jemarinya ke arah anak lelaki dengan rambut emo panjang dan masker hijau zamrud yang menutupi mulutnya.
    "Anak dari kelas Marco bukan? Kamu ga salah mau merekrut orang kayak gitu?"
    Janto mengernyitkan keningnya sambil menatap anak itu.
    Aku sedaritadi hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka.
    "Marco kenapa cuma diam? Kamu ga mau kasih komentar ke anak itu? hei, Ben, kamu pikir dua kali dong! kita ini gank, bukan Boyband! Kamu mau rekrut anak kayak gitu? Kamu liat aja anak itu! Putih, kulitnya bersih, ga keliatan kayak anak nakal sama sekali, apalagi dia juga selalu pakai masker kemana mana, kamu lagi demam ya? Mana ada dia punya persyaratan masuk gank kita?"
    Janto memamerkan ototnya, seakan memberitahu persyaratan utama untuk masuk dalam gank kami.

    The Triumph, itu adalah sebutan untuk gank kami, yang beranggotakan beberapa siswa pria di sekolah ini. Benny, yang badannya paling gemuk disana, ya, walaupun ga begitu gemuk... Dia adalah ketua sekaligus "The King" di gank ini. Benny, Gege dan Janto adalah anggota asli saat pertama kali gank ini dibentuk saat pertama kali MOS sekolah diselenggarakan. Aneh kan? Aku juga baru tau di dunia ini ada orang yang bisa dengan santai memikirkan urusan gank saat MOS masih berlangsung.

    Aku sendiri? Yah, aku bisa dbilang belum resmi menjadi anggota The Triumph, karena menurut Benny, aku harus melewati pengukuhan sebelum bisa mendapat gelar di gank ini.
    Merepotkan memang, tapi mengasyikan, karena gank ini berbeda dari gank pada umumnya yang berkumpul cuma buat cari ribut, The Triumph lebih memfokuskan dirinya ke hobby anggota, dan akibatnya?
    Gank kami jadi lebih mirip Club Hobby daripada gank anak SMA.

    "Hahaha, mana ada syarat begitu! Pokoknya aku mau anak itu jadi anggota gank kita, dan aku mau itu sekarang!"
    Benny mengepalkan tangannya, Gege hanya menatapnya dengan heran.
    "Memangnya apa yang membuatmu tertarik pada anak itu?"
    Benny memandang Gege sesaat, kemudian ia kembali menatap ke arah gerbang, dimana anak itu baru saja masuk ke dalam.

    "Dia.... Misterius!"

    Benny tampak begitu berbinar binar, ia menarik lengan Gege dan Janto yang mau tidak mau terpaksa mengikutinya degan kesal.

    "Marco! Ayo ikut aku! Kita harus mengajaknya ikut grup kita!"
    Aku menyeringai, dengan susah payah aku menahan tawaku, mencoba membayangkan yang akan segera terjadi.

    "Kenapa kamu dari tadi senyum senyum sediri?"
    Tulus, anggota The Triumph, tampaknya menangkap tawaku.
    Aku hanya menggeleng, dan berjalan terus mengikuti Benny.

    "Itu dia!"

    Benny bergegas berjalan menyusuri lapangan basket tempatku berlatih, menuju ruang komputer, dimana anak itu duduk santai sambil melihat ke arah lapangan basket.

    "Hei kamu!"
    Benny menyapa anak itu, dan tersenyum ramah.
    Anak ini pasti ramah kalau ada maunya!
    Benny menyapa anak itu sekali lagi, dan dengan segera mata tajamnya terarah pada Benny yang menyapanya.
    "Siapa namamu? Aku Benny, anak kelas 10-4!"
    Anak yang disapa Benny tampak tersenyum ramah, ia berdiri, dan berbicara tanpa melepaskan maskernya.
    "Aku Yujii...."
    ujarnya lagi tanpa melepaskan pandangannya dari Benny.
    "Ada keperluan apa?"
    Benny tampak salah tingkah sejenak, ia menggaruk kepalanya dan segera berbicara kembali pada Yujii.
    "ah, jadi namamu Yujii? Aku cuma mau mengajakmu bergabung dengan gank kami....."
    Yujii terdiam sejenak, ia mengedarkan pandangannya pada sekeliling kami, dan kembali menatap Benny
    "Aku menolak.."
    Ujarnya enteng.

    Sesuai dugaanku...
    Benny tidak serta merta menerima jawaban itu, ia segera mengerutkan keningnya dan menatap Yujii dengan bingung.
    "A..Apa? Kenapa?"
    Yujii tersenyum dengan matanya, dan ia mengamit bahu Benny dengan santai.
    "Karena ini tidak menguntungkanku sama sekali...!"
    Yujii berbicara dengan nada ramah, tapi jelas sekali ia mengatakannya dengan tegas.
    "M.. Maksudmu?"
    Janto, si badan besar, yang otak dan kesabarannya mungkin sudah habis jadi otot maju dan menatap garang ke arah Yujii.
    "Ya, tidak ada untungnya bagiku. Apa yang bisa aku dapatkan dari kalian? Ketenaran? Ga butuh! Kekuatan? Aku bisa menjaa diriku sendiri. Kepintaran.....?"
    Yujii memandangi Janto dari atas kebawah.
    "Aku ragu...."
    Ujarnya, yang dengan sukses segera membuat Janto naik darah.
    "Hei! jangan asal ngomong kau! Kau pikir siapa kau? anak cupu aja belagu! Ku tonjok sekali pasti pingsan kamu!"
    Yujii hanya menaikkan alisnya mendengar perkataan Janto, ia kemudian tersenyum kembali.
    "Mudah marah ya? aku ga heran kalau kepalamu kosong...."
    Yujii tersenyum ke arah Benny, yang tampaknya ikut-ikutan tersulut emosi. Tulus dan Gege tampaknya memanggil teman teman kami, karena saat ini The Triumph berkumpul di lapangan basket di belakang kami.
    "Hei hei, aku cuma ajak kamu untuk ikut gank kami, ga perlu sampai mengejek gitu kan?! Lagipula sudah sukur anak macam kamu kami ajak bergabung..."
    ujar Benny tampak berusaha mengendalikan emosinya.
    "Iya! Lagipula juga anak aneh seperti kamu mana cocok sama kami! Anjing!"
    Gege mengeluarkan kata-kata emasnya, yang merupakan ciri khasnya di antara semua anggota grup.
    Yujii segera menatapya dengan tajam.
    "Jaga kata katamu... Siapa yang kau bilang anak aneh?"
    Gege mendadak mundur selangkah saat tatapan ramah tapi mengerikan Yujii menyambutnya.

    Sebaiknya Gege mengerti kalau ini waktunya dia untuk diam, karena seisi gank tampaknya merasakan aura yang sama dan mulai melangkah mundur.
    "K...Kamu! Mana ada orang yang kemana-mana pakai masker! Atau jangan jangan kamu penyakitan ya? UUMPH...!"
    Gege segera terbungkam saat Yujii tiba-tiba ada di depannya dan mencengkram erat mulutnya.
    "Jaga kata katamu..."
    Yujii tersenyum ke arah Gege dan melepaskannya, kemudian segera menatap Benny.
    "Sedari tadi kalian terus meremehkanku, dan kalian terus menjelek-jelekkanku. Rendah...."
    Tambahnya lagi tanpa sedetikpun senyuman pergi dari wajahnya.
    "Kalau gitu, begini aja... Kalian penasaran dengan masker ini kan? Kalau kalian bisa mencabut masker ini dari wajahku, kalian menang...! Aku akan melakukan apa yang kalian mau... Bagaimana...?"
    Yujii menatap kami semua, membuat Janto kembali mendengus kesal.
    "Heh! Cupu! Jangan sok kamu! Daripada aku cabut maskermu, lebih baik aku bikin masker itu menempel di mukamu!"
    Janto dengan kesal mengepalkan tangannya dan segera melayangkannya ke arah Yujii. Tulus tampak tersenyum senang, tapi senyuman itu tak bertahan lama, saat ia melihat Janto terayun di udara dan mendarat dengan punggungnya.
    "Oke, satu jatuh. Kalian boleh maju ramai ramai...!"
    Yujii menebaskan tangannya, kemudian menatap ke arah kerumunan kami yang tampak ternganga saat anggota terbesar di gank kami terkapar tak berdaya dalam satu serangan.
    "Belagu kau! dasar Taik!"
    Gege dengan sengit segera mengepalkan tangannya dan bergerak maju, diikuti anggota lain di gank kami.

    Aku hanya menghela nafas dan melipat tanganku.
    Mereka tidak akan memiliki kesempatan sama sekali!
    Aku hanya berdiri diam, melihat teman temanku maju dalam usaha sia sia mereka.

    ====================flashback=======================
    "Hei! kamu! Ngapain disana?!"
    Aku terhenti dari langkahku sesaat akan masuk ke locker laki laki, saat aku mendengar teriakan dari toilet.
    "Ganti baju kak...."
    sahut suara lain yang tampak ramah.
    "Kamu ga tau kalau ini locker cowok? Bukannya di hari pertama aku sudah kasih pemberitahuan kalau locker cewek bukan disini?!"
    Aku tertegun mendengar perkataannya.
    Ada cewek salah locker? Mana mungkin?! Kalau dia salah locker sudah dari kemarin dia ketahuan kan...
    "Tapi aku laki laki kak...."
    "HAH! LUCU! Kamu mau ngelak ya? Apa kamu bodoh atau tuli? Atau kamu memang niat mau ngintip cowok ganti baju? Dasar cewek murahan...!"
    "Jaga kata katamu..."
    Suara ramah itu kini terdengar tajam, tapi tampaknya para panitia malah menertawakan anak itu.
    "Cewek nakal aja pakai sok galak! Sini mana mana sini!"
    Sigh, dasar senior cabul! bisa bisanya dia memanfaatkan keadaan untuk mencari kesempatan!
    "Aku peringatkan lepaskan aku! Jangan buat aku marah!"
    "HAH! Memang dengan badan begitu kamu mau apa? Mana buktinya kamu laki laki? Sial, dadanya kecil banget Ndra! tapi ga apa apa lah! ARGHHH!"
    Hmm?
    Apa yang terjadi?
    Aku mendengar suara berdebam dari dalam ruangan, disambut dengan suara benda jatuh.
    Hei, hei! Tidak mungkin mereka memukuli cewek kann?!
    tak lama kemudian seseorang dengan masker operasi hijau segera berjalan keluar.
    Tatapan kami bertemu sejenak, dan dia segera melewatiku dan pergi.
    Inikah cewek itu?
    Cih, cewek sial, bisa-bisanya masuk ke kamar mandi cowok!
    Aku memutar pintu loker, dan segera ternganga menatap pemandangan di dalam locker.
    Kursi locker tampak terbelah menjadi dua, dan diatasnya, tiga orang panitia MOS ku tampak terkapar tak sadarkan diri.
    "Cewek.... Monster....."
    Ujar salah satu dari mereka sebelum kehilangan kesadarannya.
    Aku segera mengambil tasku, dan berlari keluar dari ruangan itu.
    ===============end of flashback====================

    Dan setelah pembagian kelas dilakukan, akhirnya aku mengetahui identitas asli dari "Cewek Monster" itu.
    Ya, dia adalah anak yang sekarang tampak dengan luwes membanting dan mengelak dari semua anggota gank ku, dan dengan santai menjatuhkan semua orang.

    Yujii, anak kelas X-5 yang tak pernah sekalipun menunjukkan wajahnya pada siapapun.
    Anak-anak sudah mulai ramai berkumpul karena keributan itu, saat aku sendiri yang tersisa dari seluruh gank The Triumph.
    Yujii merapikan lengan bajunya dan menatapku, kemudian memberikan isyarat maju padaku.
    "Hei hei, aku ga ada masalah denganmu! Ngapain aku mesti ikut ikut berkelahi...!"
    Aku menaikkan bahuku, Yujii hanya menatapku sejenak kemudian segera mengalihkan pandangannya pada tumpukan anggota Gank ku.
    "Sebaiknya dengan ini kalian tahu dimana level kalian...."
    ujarnya sambil lalu.
    Aku baru akan berjalan mendatangi teman temanku untuk membantu mereka berdiri, saat salah satu dari penonton menjegal kakiku.
    "WOA!"
    Aku tanpa persiapan segera jatuh terjengkang, dan segera menggapai apapun, tapi tampaknya gagal dan akhirnya mendarat dengan wajahku menatap tanah.
    "Woaaaaaaa.......!"
    Aku menengar semua orang terpekik saat aku jatuh.
    "M.... Marco!"
    Benny terpekik ngeri saat aku menegakkan tubuhku.
    "Apa....?"
    Aku menggaruk kepalaku, dan akhirnya menatap pada benda yang tadi aku tarik.
    Masker?
    berarti....
    Aku segera melihat ke arah Yujii tadi berdiri.
    "A... a......"
    "ca...cantik....."
    Aku mendengar suara Gege berkata samar
    "Gege! kamu ngiler! Kamu ngiler!"
    Teman temanku tampak ribut di belakangku, Janto berteriak dengan panik.
    Tapi aku terlalu sibuk terpana, seperti orang orang di sekeliling kami, yang menatap takjub pada Yujii yang kehilangan maskernya.

    Cantik

    Satu kata itu yang segera muncul di kepalaku, aku terpana menatap sosok cantik yang tampak menatap sekelilingnya dengan panik.
    Bukan hanya cantik, manis, dan tak bisa dibandingkan dengan murid murid wanita di sekolahku.
    Aku masih terpana memandang wajahnya, mulutku kehilangan kata kata untuk menjelaskan wajahnya.
    ". . . When I saw you for the first time. . . .
    . . . I knew You are the one. . . ."

    Yujii akhirnya menguasai kepanikannya, dan segera menatap ke arahku.

    Dia tersenyum

    Tidak!

    "mm..... maafkan aku... M... MAAAAAF!!!!!!"
    Hanya satu kata itu yang bisa kuteriakkan saat Yujii maju dengan gemas ke arahku.
    ***
  • @dewaa91 kok tumben km muncul?
    hahahaha
  • kya...... seru....... ini kan kayak pemain yg d TNTD kan ya,,,,????
  • @bponkh yup
    emang bener!
    :D
  • Gege..? :))
    Wah benny bisa juga jadi ketua gank ya dulunya.. skrg malah jadi ketua osis..hahaha
  • ntar ada kenny juga dong????.... kangen ihh...
  • @dewaa91 (-.|||
    al4y dw3eCch |<4MyUwh
  • @yuzz iya
    kenny ikutan ga ya.....
    hmmm
  • @yuzz iya
    kenny ikutan ga ya.....
    hmmm
  • Klu Update mention yaaa
  • Kenny.Harus.Ada.Disini
    #eyesonyou :-w
Sign In or Register to comment.