BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di situs Boyzforum yang diarsipkan oleh Queer Indonesia Archive. Forum untuk komunitas gay Indonesia yang populer ini didirikan pada tahun 2003, dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2020.

Forum ini diabadikan untuk kepentingan sejarah. Tidak akan ada konten baru di forum ini. Silakan menikmati forum ini sebagai potongan dari sejarah queer Indonesia.

Laki-Laki Avocado [my life story about love]

edited January 2012 in BoyzStories
hello guys..aku sedang mencoba mencurahkan isi hatiku melalui tulisan ini heheh..masih newbie banget
ya aku masih penulis amatir bin nekat nulis ni, mohon bimbingan..hehe.,

First of all, i'll introduce my self
Yeah like my username..
Namaku Igo, lengkapnya Igo Brylian Awanputra :)
Bisa dibilang aku cukup standar dengan tinggi badanku yang mencapai 170cm dengan berat badan 58kg
Aku oriental asli Indonesia.,sedikit ada China dari Eyang juga sebenarnya..tapi itu sudah menjadi wacana lawas :D
Kulitku putih kekuningan, bukan plain putih or hitam.
=====================================================

Aku sedang terdiam duduk di kursi panjang yang terletak di depan ruangan yang sering aku dan teman-temanku pakai untuk nongkrong ini. Letaknya di sisi timur lapangan basket sekolahku. Memang sudah kebiasaanku datang terlambat ke sekolah, tapi bukan karena telat bangun atau macet di jalan, namun emang aku orangnya males buat siap-siap berangkat ke sekolah.hehe. jam di tangan kiriku menunjukkan pukul 8 pagi. Ya aku bolos dua jam pertama pelajaran sekolah, yaitu pelajaran biologi. Dan anehnya aku sama sekali tidak merasakan penyesalan sedikitpun -______-

Aku terduduk sendiri di tempat favoritku ini, memandang anak XI IPA 7 yang sedang bermain basket, karena ini memang jam pelajaran OR untuk kelas mereka. Cuaca pagi ini cukup mendung, tidak begitu panas sinar matahari yang mengenai sebagian kakiku, angin pun berhembus pelan, membuatku serasa galau dan melamun membayangkan memori-memoriku di sekolah tercinta ini. Rasanya galau aneh gimana gitu. Dan akupun mengambil hapeku yang aku taruh di saku kiri, dan mulai memakai headset dan mendengarkan lagu Christina Perri – A Thousand Years (ost. Breaking Dawn) sambil mataku tetap tertuju melihat teman-temanku sedang bermain basket dengan riangya. Aku terbawa suasana “shit” umpatku. Aku menjadi membayangkan masa dimana aku pertama kali menginjakkan kaki di tanah sekolah ini dan mengenal sosok laki-laki yang beberapa bulan ini dekat denganku. Namanya Yazil, sebut saja begitu. Dia adalah anak eksis nan badung di sekolahku ini, kerjaannya bolos dan suka bergaul dengan anak-anak yang kurang baik etikanya (termasuk aku). Yazil merupakan keturunan Padang asli, yang katanya kalo cantik ya cantik banget, dan kalo ganteng ya gantengnya gak tanggung-tanggung. Yup bener sekali ucapan itu, Yazil adalah sosok sebongkah tulang yang terlapisi daging, dengan darah yang mengalir lancar, tidak ada bongkahan lemak di seluruh titik tubuhnya, tinggi badan mencapai 177cm, mempunyai bibir merah yg agak tipis, dan kulit yang berwarna putih, dan sangat putih, malah lebih mirip orang Sunda.

“I have died everyday
Waiting for you
Darlin’ don’t be afraid
I have loved you for a
Thousand Years
Ill love you for a
Thousand more”

Itulah bagian favoritku. Dan sekarang lagu ini sukses membuatku membayangkan sosok laki-laki badung itu, akupun tersenyum simpul mengingat masa (belum) laluku itu :D. Angin sepoi kembali menggelitik wajahku, dan membuat mataku (yang udah sipit) menjadi semakin sipit. Rasanya nyaman banget, cuaca mendukungku untuk galau “shit” umpatku lagi. Pikiranku mulai teroyak, akupun mulai mengingat kembali kisah-kisah lucu, sedih,memalukan, dan membahagiakan dengan laki-laki itu, mengingat pertama kali ia tiduran di lengan tanganku,,aku rasa wajahku mulai sedikit memerah.

FLASH BACK
….kisahku pun dimulai….
«13456789

Comments

  • edited January 2012
    mohon komentar ya..dan besok pagi akan saya upload foto Yazil untuk memperjelas imajinasi teman2 hehe
    biar saya bisa mengoreksi tulisan pertama saya ini :)
    terimakasih
  • ok ditunggu lanjutannya.cowo sunda emang ganteng2 sih.gw jd pgn liat..
  • haha tapi ni orang asli padang ka..tp ada mirip sundanya..hehe
    komen penulisannya gimana? :D
  • Kayanya bakal bagus nih ceritanya. Secara bahasa udah lumayan asik kok. Cuma alurnya belom terlalu keliatan soalnya masih awal banget.
  • @igoigo: bahasanya enak dan rapi. Lanjut! Trims
  • thanks udah mampir ya.,.ntar siang udah aku upload dan lanjut cerita kok :D @yoedi16

    @zea.mays hahah semoga saja begitu..keep reading ya...nanti siang bakal aku update kok

    @adam08 thanks udah mampirr kaa...oke nanti aku lanjut kok
  • edited January 2012
    [Update]
    silahkan ka @zea.mays @adam08 @yoedi16 hehehe sebagai pembaca dan pengomen pertama..spesial buat kalian :p
    maaf ya kalau kurang menarik, mohon kritiknya


    FLASH BACK

    Hari ini adalah hari Senin, dimana hasil UN SMP yang baru saja aku jalani bakal diumumin. Aku gugup setengah mati..suer. Dan alangkah terkejutnya aku, ketika mama pulang dan langsung memeluku..Awkward moment menurutku hihi. Saat aku lihat surat yg dibawa mama, aku tersenyum, kaget. Alhamdulillah, hanya kata itu yang terpikir olehku, saat melihat empat digit angka yg melambangkan nilaiku. Sesuai target, itulah kata kedua yg keluar dari mulutku setelah melihat surat pengumuman itu. Kini aku berada di ruang tengah rumahku, ya rumah dimana aku tumbuh dari Rahim sampai sekarang, aku sedang mendengarkan music dari Ipod kesayanganku, disamping kolam ikan kecil yang ada di sudut ruang tengah ini. Semilir angin, suara gemercik air dari kolam, dan music yang sedang aku putar, membawa terbang lamunanku. Pikiranku melesat nun jauh, aku mulai membayangkan masa yang paling aku impikan, ya benar masa SMA.

    Singkat cerita sekarang udah hari pendaftaran ke SMA. Tak ragu aku langkahkan kakiku (sebenarnya naik motor) menuju SMA favorit di kotaku ini, sekloah yang sudah aku impikan dari awal aku kelas 9 SMP. Calon sekolahku ini letaknya di bagian timur kota, dimana hiruk pikuk kesibukan sangatlah terasa. Kemacetan sering terjadi di area ini, namun itu semua tak menyudutkan niatku untuk bisa masuk di sekolah favorit ini,.

    Sesi pendaftaran pun dimulai, matahari tersenyum bangga atas kemenangannya terhadap awan yang biasanya menghalangi sinarnya menusuk bumi, ya suasana hari ini sangat terik. Aku mulai mengambil form dan sekalian berkeliling sekolah ini, sekalian cuci mata lah gitu.hehe. (oiya disini aku masih st8 ya,) Aku melihat begitu banyak calon temanku, tapi aku belum berniat untuk berkenalan dengan mereka, toh belum tentu mereka bakal jadi temenku juga kan. Selesai mengisi form, aku langsung menuju tempat pengumpulan, dan kembali mengantre. Saat mengantre aku melihat dua orang laki-laki sedang mengobrol asik di pintu depan aula, yang satu berpostur tubuh agak pendek namun tubuhnya berisi, bahkan berotot, memiliki mata sipit namun kulitnya sawo matang, sedangkan satunya lagi adalah sesosok anak manusia yang begitu menyejukkan, membuat mataku tak mau berkedip melihatnya.,ups aku ketahuan sedang mencuri pandang dengannya, akupun salah tingkah, dan gak sengaja aku melontarkan senyuman mautku, dan memamerkan kedua lesung pipiku ini.

    “aduh, bodo banget sih kamu go,,ngapain malah senyum” batinku

    Tak kusangka, ia membalas senyumku dengan senyumnya yang bisa membuat bunga layu menjadi segar kembali. Senyumnya sangat renyah, dengan satu lesung pipi di bagian kirinya. Angin berhembus ringan, membawa udara panas hari ini, namun ntah kenapa rasanya gak memanaskan tubuhku, aku justru masih tersenyum ke arah anak manusia itu, walaupun ia udah kembali ngobrol asik dengan teman disampingnya itu. Sejenak lamunan kembali menguasai otakku, hingga aku tak sadar namaku dipanggil oleh ibu guru penjaga.

    “ananda Igo Brylian Awanputra…” namaku dipanggil

    Suasana sangatlah ramai, banyak anak seusiaku sedang bergerombol dan mengobrol sama lain, seolah suara seribu ayam yang sedang bernyanyi. Sebenarnya alam bawah sadarku tau kalau namaku dipanggil, namun lamunan tadi masih menguasai 100% otakku. Mungkin kalau ada perampok menggunakan teknik hipnotis, sekarang aku udah ditelanjangi, aku benar-benar tidak bisa menguasai diriku. Kembali namaku disebut “Igo Brylian Awanputra” kali ini suara lebih keras dan nyaring, dan suara ibu guru itu sukses membuat aku tersentak dari lamunan asikku. Aku berjalan menuju meja pengumpulan, dan aku sadar saat aku berjalan, ada beberapa pasang mata sedang melihat ke arahku, dan beberapa ada yang sambil berbisik seolah membicarakanku. Aku berpikir sejenak, apa ada yang salah dengan pakaianku? Tapi aku pede aja langsung melenggangkan kaki dan duduk di depan meja pengumpulan. Aku sempat mendengar beberapa kata yang diucapkan oleh cewek di belakangku.

    “eh dia namanya Igo ya?aaaah ganteng banget”
    “dari panggilan tadi sih iya ck, kok ada sih cowok se imut dia”
    “haha ngapain lu?gak usah ngimpi deh, inget tuh si sidiq cowokmu, mau kamu kemanain?”
    “belagu amat, sejak kapan kamu pake lo-go? Ah biarin deh, sidiq kan gak sekolah disini :p
    “cewek gampangan lu”
    “sialan”

    Sukses percakapan itu membuat wajahku memerah, aku sedikit penasaran dengan cewek dibelakangku ini. Apakah dia cantik, manis, apa imut?haha. aku pun berusaha mencari cara agar aku bisa ngeliat muka dua cewek di belakangku. Aku terkekeh, akupun mendapat ide, yaitu dengan menjatuhkan tasku.hehe. akupun mulai melancarkan aksiku, dan tasku udah sukses jatuh, aku belaga belum sadar. Saat aku belaga udah sadar, aku berakting mencari tasku, namun sialnya, ibu yang membawa form pendafku memanggil, dan mengatakan bahwa fotoku yg dikumpul kurang satu biji. Akupun akan mengambil foto di dalam tasku yang tadi aku jatuh kan. Dan

    DEG

    Tatapanku membeku. Melihat wajah tersenyum memamerkan bibirnya yg merah, ada lesung pipi di bagian kanan, dan rambunya yang berponi namum tersusun rapi seperti baris-baris dalam notebook, menyimpang dari kiri ke kanan. Matanya hitam pekat dan begitu besar dan menatapku begitu tajam, namun wajahnya tetap terlihat manis.hehe

    “Go?kok ngelamun?nih tas kamu”
    “eh..?kamu tau namaku?emang kita pernah kenal?”
    “Enggak sih, kan tadi namamu dipanggil?dan dengan begonya km cuma senyum kearahku.”
    “oke,thanks ya ”

    Gila aku hampir teriak gara-gara kelakuannya. Dia to the point banget bilang aku senyum ke dia, otomatis aku langsung tau kalau dia memiliki sikap sangat pede dan memiliki public speaking yang bagus. Dan yang paling penting dia sukanya ceplas ceplos, padahal kami belum pernah kenalan.
    “kenapa tadi gak kenalan ya?” batinku.

    Sedetik kemudian aku berhenti mengetik di laptopku, aku termenung di kursiku, makanan yg aku pesan tadi juga udah habis. Suasana waroeng steak ini sangat ramai, tapi aku disini Cuma sendirian. Lamunanku kembali terjadi.

    “ngapain aku jadi mikirin tu cowok tadi?emang siapa sih dia?tapi,..kenapa aku tadi senyum ke dia?dan kenapa dia tadi membalas senyumanku?dan kenapa dia tidak merasa risih saat aku senyum sambil menatapnya?oh shit aku mulai gila” batinku.

    ========================================

    Hari ini adalah hari Rabu

    Aku berpakaian SMP putih biru ku berjalan cepat (sebenarnya naik mobil) menuju sekolahku sekarang untuk melakukan daftar ulang. 20 menit kemudian aku udah sampai di sekolah, karena sudah terbiasa melakukan segalanya sendirian, akupun langsung ke tempat daftar ulang dan mengambil form untuk melengkapi identitas. Uniknya untuk mengisi form itu semua siswa harus menuju ruang kelas yang telah ditentukan.

    “Selamat pagi bu, saya mau daftar ulang, gimana ya bu?”

    “oh Igo mau daftar ulang ya?”

    “kok ibu tau nama saya?”

    “tau lah, kamu kan salah satu dari empat siswa yang mengumpulkan piagam olahraga, bukan cerdas cermat atau olimpiade seperti teman-temanmu pada umumnya”

    “lho?emang cuma ada empat bu yang pake piagam OR?”

    “iya. Gak usah banyak Tanya deh, ni diisi ya formnya, selengkap mungkin, dan kamu sebentar…(melihat catatan) kamu ngisinya di ruang 302 ya”

    “kenapa untuk mengisi form aja dibedain bu?”

    “itu untuk membagi kelas MOS sekalian, Go”

    “oke makasih bu”

    Segera aku menaiki tangga dan menuju lantai tiga. Saat menaiki tangga, aku bertemu sahabatku, ia bernama Indra, dia memiliki nama lengkap Indra Yoga PW, berpostur tinggi 170cm, berkulit sawo matang dan tubuhnya langsing sepertiku, dan dia adalah salah satu dari empat siswa yang mengumpulkan piagam OR sama sepertiku. Aku mengenal Indra sejak pertama masuk SMP, hubungan kami sangat dekat, sampai-sampai kami dijuluki kembar siam oleh teman-temanku.

    “woy ndra, km daftar ulangnya udah?” kataku

    “udah dong Go, cepetan sana, tadi km mau aku jemput malah masih molor sih?”ledek Indra

    “ye biarin” sambil aku memonyongkan bibirku

    Saat aku menaiki tangga dan berjarak 50cm darinya, ia langsung melakukan aksinya, yaitu mengacak-acak rambutku. Yup itu kebiasaanya, seolah dia adalah kakakku. Tapi aku juga nyaman aja digituin sama Indra, malah merasa nyaman. Akupun Cuma senyum simpul dan segera ke ruang 302 untuk mengisi form ini.

    Ruang 302

    Ruang ini seperti ruang kelas pada umumnya..dan kelas ini terletak di lantai tiga di sekolahku, karena kebetulan sekolah ini memiliki empat lantai.
    Akupun dengan mantap melangkahkan kakiku masuk ke ruang 302. Kalau dari luar tidak terdengar suara sedikitpun, sepertinya kelas itu kosong. Aku mulai memasuki pintu, dan betapa terkejutnya saat aku masih di ambang pintu, aku melihat seorang cowok sedang berganti pakaian. Tubuhnya terbentuk dengan bagus, terlihat ada beberapa otot yang menonjol di tubuhnya. Aku tertegun melihatnya, walaupun tubuh itu masih membelakangiku. Wajahku rasanya memanas.

    “permisi?” kataku

    “eh…eh…i..iya”

    Bruk. Dia terjatuh dalam posisi terlentang, tubuhnya ter ekspos di depanku, karena saat ia terjatuh ia baru akan mengenakan Tshirt sedang celananya udah dilepas, dan menyisakan celana dalam berwarna putih.

    “wow sori kalau ganggu ya”

    “kamu cowok apa cewek?ah sial” umpatnya sambil menyingkirkan baju yg menutupi wajahnya

    “kamu….!” Aku kaget dan mukaku menjadi panas mendadak

    “aaaaaaaaaaa…!!!! Kamu..Igo kan?”

    “iya, dan BY THE WAY ngapain km masih bugil gitu”

    “anu..em..eh iya..” dia buru-buru memakai pakaiannya lagi. Ekspresinya memperlihatkan kalau ia sangat malu dengan kejadian yang baru saja terjadi.

    “sori lho kalau aku ganggu aktifitasmu itu”

    “ah…emm..en,,.enggak aku tadi Cuma mau ganti baju,,buru-buru soalnya” ia masih gelagapan, dan wajahnya begitu lucu saat ia salah tingkah.haha. dan kini wajahnya memerah, semerah buah tomat.
    “mau kemana?”

    “mau basket, gak liat bajuku?”

    “oh iya.hehe. bentar ya aku mau ngisi form dulu”

    “oke. Aku duluan ya?”

    “yoA” secepat kilat dia udah keluar dari ambang pintu.

    “AAAAAAAAAAAHHH…MINGGIR LU MINGGIR!!!!!!!” aku panik, rasanya bulu kuduk ku berdiri semua, saat aku melihat sosok tinggi besar berjalan ke arahku. Teriakanku semakin histeris, asmaku pun kambuh.

    “kenapa Go?” ternyata dia mendengar teriakanku dan kembali ke 302
    “haaah..haaaah..haaaah…iiii…tuuuu” aku sesak

    “apa?” dia pun mulai panik. Dan dia menarik tanganku, membawaku keluar dari ruang 302 itu.

    Saat diluar ruang 302

    “kamu kenapa Go?kamu punya asma?” katanya panic
    “haaah..haaahhh..” aku masih saja sesak, dan tubuhku masih bergetar. Aku benci ini, sangat benci pada asma yang membuatku terlihat lemah di depan semua orang. Tanpa sadar aku memeluknya, aku sembunyikan wajahku di dadanya.hangat. Itu yang aku rasakan, dan perlahan tubuhku mulai terkontrol, nafasku udah teratur dan aku udah gak bergetar. Aku mulai sadar atas tindakanku ini,

    “ah sori.maaf banget tadi” wajahku memerah dan aku menundukkan kepalaku

    “anu..em..itu..gak papa kok”

    Sepertinya dia sangat kaget, dan dia masih berdiri tanpa ekspresi, tatapannya masih kosong. Tapi, sedetik kemudian dia mulai menguasai diri dan bertanya padaku
    “kamu tadi kenapa Go?”

    “gak papa” jawabku singkat atas kejadian tadi, aku gak mau bercerita.

    “ah boong banget, gak usah boong deh, sama temen sendiri juga?”

    “temen?”

    “oh iya kita belum kenalan ya.hehe. Kenalin namaku Yazil”

    “Igo”

    “kok singkat banget?”

    “kan kamu udah tau namaku” saat ini dia masih memegang tanganku sambil tersenyum.oooohh….

    “ehm tangannya mas,,tangannya” ledekku

    “eh..sori sori. Anyway tadi kamu kenapa?kamu punya asma?kok bisa kambuh?”

    “gpp”

    “apanya yang gpp?gimana kalo aku tadi gak kembali?gimana kalo tadi aku gak mau kamu peluk?ha?itu masih gpp?”

    “bawel amat sih”

    “ya aku care aja sama kamu,,,eh..aku care kok sama semua temanku”
    “gombal”

    “ah whatever dah, tadi tuh kamu ngapain?yuk masuk lagi, form kamu masih ketinggal di dalem”

    “oke lah” kataku agak was-was
    Di dalam ruang itu percakapanku dengannya dimulai kembali. Bisa dibilang Yazil anaknya chruncy banget (loh). Dia enak diajak ngobrol, enak banget. Pendengar dan penasihat yang baik.

    “jujur deh nyet, kamu tadi kenapa?”

    “nyet?maksud lu? -______-“

    “kamu pendek sih, kaya monyet hahahah.tapi tenang, monyet kece kok..eh tadi kenapa woy?”

    “udah dibilang gpp”

    “ah kamu..cerita gak..cerita gak?” sambil menggelitikku

    “ahahahahahahahahah..iii..ya..iya..aku ce…rita..lepasin ahhhhh lepasin duluuuhhhh”

    Yazil melepas tangannya dan mulai menunjukkan wajah serius
    “serius amat, -_- “

    “udah cepet, kebanyakan cing cong”

    “iya iya….sebenernyaaaa..aku tu…”

    “cepetan nyeeeeet!”

    “aku indigo..aku bisa ngeliat makluk lain Jil, aku tau ini baru dua minggu lalu, saat aku abis sholat tahajud, kalo asmaku,,,ini hal yang paling aku benci. Aku gak suka punya asma gini,huh”

    “jadi….terus terus…”

    “ya aku tadi ngeliat sesuatu yang gede Jil, mendekatiku gitu, ya aku panic soalnya belum terbiasa mungkin. Dan aku asma soalnya panic setengah mati”

    “ooooh…eh Jil?siapa tuh?”

    “ya kamu lah”

    “kok udah pake panggilan sayang sih?”

    “-____- namamu susah sih”

    Saat masih ngobrol dengannya, kembali bulu kuduk ku bergeming. Menunjukkan ada sesuatu, dan hasratku menuntunku untuk menengok ke belakang. Dan
    “AAAAAAAAAAAH…” sontak aku kaget melihat sosok wanita berambut gombrong di belakang. Dan reflek aku memeluk Yazil kembali, kali ini aku menangis, dan menyembunyikannya di dada Yazil.

    “Go?please.kok meluk aku lagi?jangan-jangan kamu homo?”

    “hhhh…” isak tangisku keluar begitu saja

    “lho kamu kenapa?” Tanya Yazil yang kini tangannya ikut mendekapku. Nyaman dan merasa aman aku dipelukannya.

    “aku ngeliat lagi, jangan lepasin Jil.Please?”

    “i..iya..yaudah keluar aja yuk"

    Dalam keadaan masih berpelukan dia menuntunku keluar ruang 302 dan segera aku menenangkan diri. Setelah tenang aku membisu. Begitu juga Yazil, mungkin dia masih shock juga karena aku memeluknya. Karena udah siang akhirnya aku mengumpulkan form dan segera pulang, tanpa berkata apapun pada Yazil, karena dia masih sibuk dengan lamunannya semenjak aku melepas pelukanku dari tubuhnya.
  • yak ini dia..
    wajahnya yazil mirip buanget sama ni orang..suer..aku gak boong dan gak mengada ada,tapi yzail ada sundanya, jadi terlihat lebih keren dari orang ini..
    aku belum berani memasang foto aslinya Yazil hehe.besok deh aku bakal uploadin..
  • pgn liat yg aslinya sih gw...btw ni 100% asli ceritanya?
  • @igoigo: ini cerita dari kisah nyata atau ada campuran fiksi? Lesung pipi Yazil ada satu cuma di kanan/kiri atau ada dua. Btw, seru ya karakternya indigo, kan pasti kompleks bgt tuh pny kelebihan. Trims yo
  • like this.... enak banget bacanya....
  • Wahhh yazil ganteng bgt yak... Seru nih keknya critanya... Salam kenal ya @igoigo
  • edited January 2012
    ka @yoedi16 95% dijamin benar..sampe sekarang masih murni 100% ceritanya.. -___-wkwk

    ka @adam08 sementara ini masih asli kisahku..haha tapi ntar bagian2 akhir mungkin aku kasih fiksi ka :)

    ka @emoniac thankyou udah mampir :)

    ka @memetutut haha ya emang gitu kok wajahnya..tp dia nakal anaknya hehe.salam kenal juga ka :D
  • asik nie kayaknya.. yuukk.. lanjoottt..
  • lanjuuuuutttt !
Sign In or Register to comment.